Sarang Clover dan Heboh Kisah KNN Desa Penari

20:43

Sarang Clover dan Heboh Kisah KNN Desa Penari




Seperti yang kita tahu, jagad dunia maya belakangan sedang ramai membicarakan kisah horor yang diberi judul KKN Desa Penari. Viralnya cerita horor tersebut pun turut menyita perhatian penghuni Sarang Clover termasuk saya. Something creepy memang selalu menarik perhatian ya!

Sebelum hebohnya kisah KKN Desa Penari, ada beberapa kehebohan di Twitter. Salah satunya adalah tertangkapnya sosok Mr. Poci pada foto yang dipajang di Google Map. Walau saya pengguna Twitter, tapi saya sama sekali tidak tahu tentang kehebohan tersebut hingga... kalau tidak salah ingat, Kookie Noona yang menyebut saya dan bertanya apakah penampakan itu asli.

Seringnya memang begitu, saya tahu thread-thread horor viral di Twitter setelah di mention teman. Atau kadang karena kebetulan lewat di beranda saya karena di re-tweet atau di reply salah satu teman.

Untuk kisah KKN Desa Penari pun sama. Secara tidak sengaja saya menemukan teman membagikan thread-nya. Karena berbau horor, saya pun membaca thread tersebut. Pertama saya baca dari versi Widya. Tapi, tidak sampai selesai. Lalu, saya beralih ke versi Nur. Tapi, berakhir sama; tidak sampai selesai membacanya. Karena thread-nya panjang banget, saya jadi bosan di tengah-tengah dan memilih berhenti saja.

Keesokan harinya, ternyata cerita itu heboh dibagikan di Facebook. Makin hari makin rame, terus dibagikan dan dibicarakan. Banyak ulasan yang beredar pula. Bahkan Raditya Dika ikut membahas kisah tersebut dalam kanal Youtube-nya. Wah, lumayan nih. Jadi nonton videonya Bang Radit aja. Tapi, lagi-lagi tidak menyelesaikannya.

Saya sendiri heran, kenapa saya tidak bisa membaca bahkan menontonnya sampai habis. Bahkan untuk video konfirmasi pun tidak saya tonton sampai habis. Padahal biasanya thread misteri selalu saya saya baca sampai habis. Nggak peduli bacanya siang atau malam. Tapi, kenapa dengan kisah KKN Desa Penari ini?

Saya pun tidak memaksakan diri untuk menyelesaikan. Lalu, saya menemukan tulisan di Komunitas Bisa Menulis (KBM) yang meringkas kisah KKN Desa Penari. Saya membaca ringkasan tersebut. Kata penulisnya, akar masalahnya adalah cinta segitiga. Lalu, dari cinta segitiga itu ada campur tangan mistis dan ada yang terjebak zina. Ending-nya ada dua tokoh yang meninggal dunia.

Dari tulisan itu, berkembang. Saya pun jadi tahu cinta segitiga itu antara Ayu, Bima, dan Widya. Ayu naksir Bima, tapi Bima naksir Widya. Untuk mendapatkan Widya, Bima bekerjasama dengan makhluk halus. Semacam santet gitu kali ya. Eh pelet, bukam santet. Begitu juga Ayu. Lalu, Ayu dan Bima terlibat zina di tempat wingit dan mereka akhirnya meninggal.

Ada juga yang menuturkan jika sebenarnya Widya adalah korban yang akan digunakan untuk membebaskan jiwa Pak Prabu yang terikat pada desa. Bahkan katanya si Ayu juga bercinta ama Pak Prabu. Ending-nya sama, Ayu dan Bima mati.

Di tengah kehebohan itu, salah satu temen saya nanya, "Eh, kisah KKN Desa Penari itu beneran tah?"

Nah lho! Kenapa kalian selalu nanya sama sih? Saya kan bukan ahli dalam hal per-creepy-an dan per-misteri-an.

Walau mendapat pertanyaan, tapi malas melanjutkan membaca. Saya langsung tanya ke Tunjung. Eh, si Tunjung malah nggak tahu ada heboh KKN Desa Penari. "Itu apaan?" Doi balik nanya ke saya.

Saya pun menjelaskan garis besar dari cerita. Tapi, sampai detik saya menulis catatan ini, Tunjung tidak memberikan komentar sama sekali tentang KKN Desa Penari. Saya pun hanya bisa menjawab, "Maaf ya, saya nggak tahu," pada teman saya. Kamus mistisnya tutup mulut. Jadi, saya tidak bisa memberi jawaban apa-apa. Maaf ya.

Layaknya hal viral pada umumnya, KKN Desa Penari pun menimbulkan pro dan kontra. Ada yang mengklaim itu kisah nyata. Ada yang mengklaim itu hanya fiksi. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa itu hanya strategi bisnis. Bisnis? Bisnis apaan?

Saya sempat membaca postingan yang menyangkal keaslian kisah tersebut. Karena memang cerita dilabeli berdasarkan kisah nyata. Jadi, ada seseorang yang membuat postingan menyangkal keaslian kisah tersebut. Postingan panjang yang disertai fakta-fakta penyangkalan.

Fenomena lainnya yang turut muncul adalah banyak netizen yang mendadak jadi detektif. Menyelidiki keberadaan Desa Penari yang sebenarnya dan membagikannya di sosial media. Amazing banget, kan?

Lalu, apa hubungannya KKN Desa Penari dengan Sarang Clover? Nggak ada sih! Hehehe.

Semalam, saat bermain-main di Twitter, saya menemukan postingan promo buku KKN Dess Penari. Beberapa hari sebelumnya memang sempat heboh juga tentang editor yang memposting naskah KKN Desa Penari. Pro dan kontra lagi. Katanya, Bang Radit lah tokoh di balik terbitnya buku tersebut. Saya sih nggak tahu pasti, dan nggak nyari tahu juga.

Saya pun iseng membagikan postingan open PO buku KKN Desa Penari di grup Sarang Clover. Sejak kisah itu viral, nggak ada satu pun yang membahasnya di grup. Padahal biasanya yang berbau creepy ramai diobrolin di grup. Jadilah grup yang sebelumnya amat sangat hening sekali pakek banget itu ramai. Para penghuni Sarang Clover bermunculan.

Sebagian besar dari kami penasaran, tapi hanya Prime Eonni yang tamat membaca ceritanya. Dree sama dengan saya, membaca sekilas, tidak sampai habis. Sedang Kelinci malah tidak membaca sama sekali karena takut. Namun, Tunjung tidak berkomentar sama sekali.

Dari penjelasan Prime Eonni saya jadi tahu Ayu dan Bima meninggalnya kenapa. Karena di semua ringkasan yang saya baca tidak dituliskan penyebab kematian keduanya.

Cerita e mereka tiba-tiba oma gitu mba.. Pas masih di desa nya itu.. Trus dibawa pulang, 3 bulan kemudian meninggal.. 
Kata e sukma nya si ayu disuruh nari keliling hutan gantiin Badarawuhi, lha sukma si Bima kawin sama Badarawuhi nya. Gitu mba..

Membaca disuruh menari keliling hutan, saya langsung teringat pada kisah Giselle karya Akiyoshi Rikako sensei. Bedanya, dalam novel yang disuruh menari sampai mati laki-laki. Dasar otak kura ya! Hehehe.

Kami pun mengobrol tentang kisah KKN Desa Penari. Ada yang berpendapat kisah itu fiksi--yang dia tegaskan nggak tahu nyata atau fiktif, hanya saja menurutnya fiktif.

Ada yang berpendapat bahwa sebenarnya mungkin cerita itu udah sering kita denger dari versi-versi yang lebih serem, cuman ya emang cerita itu yang viral. Cerita X dulu juga gitu yang di desa Y, dalam versi lain juga mistis. Punya samean yang di desa Y juga. Cuman kalah tenar. Aku bukannya ndak percaya atau ape cuma biasa aje atau mungkin udah sering denger dari sampean. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal pendapat di atas, sebelumnya saya sudah membahas sedikit tentang KKN Desa Penari dengan Prime Eonni. Kalau tidak salah pada salah satu postingan di Facebook saya.

Saya menulis, kenapa cerita kita yang beneran based on true story kok ndak pernah viral. Ngiri ni ye! Manusiawi dong kalau saya ngiri. Kekeke.

Tapi, saya pikir lagi, kalau misal cerita kami viral serem juga. Seremnya itu ngadepin kekepoan netizen yang sampai jadi detektif dadakan. Mencari lokasi kejadian.

Bayangin aja misal buku AWAKE viral, lalu ada orang-orang yang tiba-tiba mencari lokasi makam Meriel, atau mencari bukit tempat kami tersesat. Udah pasti kami dan saya khususnya sebagai penulis kena pro dan kontra. Itu mengerikan! Belum lagi kalau si Meriel dan makhluk-makhluk astral lainnya dalam buku protes karena merasa terusik dengan kehadiran manusia-manusia yang penasaran sama mereka.

Saya rasa saya tidak akan sanggup menanggungnya. Saya bersyukur kisah kami dan buku AWAKE tidak viral. Kalau yang mengikuti jejak kami, pasti tahu tentang buku AWAKE yang sempat 'berulah' ketika sampai ke tangan pembaca.

Oya, sebelum kisah KKN Desa Penari viral, dulu saya sering membaca thread dari Simple Man. Karena thread-nya emang tentang kisah-kisah horor. Hanya saja yang viral KKN Desa Penari. Kalau udah di bukuin, ndak menutup kemungkinan bakal dibuat film dong ya. Kayak kisah Keluarga Tak Kasat Mata.

Well, terlepas dari nyata atau fiktif, pelajaran yang bisa kita ambil dari KKN Desa Penari banyak sekali. Jaga sikap dimanapun kita berada. Karena kita hidup berdampingan dengan mereka yang tak kasat mata. Patuhi aturan dari tempat yang kita kunjungi. Dimanapun itu. Saling menghormati. Satu lagi, jangan zina di sembarang tempat. Sebenarnya sudah banyak kisah mistis berujung maut yang penyebabnya zina sembarangan.

Saya di sini hanya menuangkan unek-unek saya. Maaf jika ada salah kata. Terima kasih.


Photo by: Google search.


Tempurung kura-kura, 10 September 2019.
- shytUrtle -

You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews