Review Korean Movie Homme Fatale (2019)

06:40

Homme Fatale


From AsianWiki

Profile

Movie: Homme Fatale (English title) / Gibang Bachelor (literal title)

Revised romanization: Gibangdoryeong

Hangul: 기방도령

Director: Nam Dae-Joong

Writer: Nam Dae-Joong

Producer: Lee Chan-Nam, Pyo Jong-Rok

Cinematographer: Na Seung-Yong

Release Date: July 10, 2019

Runtime: 110 min.

Genre: Comedy

Distributor: Pancinema

Language: Korean

Country: South Korea

Plot Synopsis by AsianWiki Staff ©

Heo Saek (Lee Joon-Ho) is a lovely young man. His mother was a gisaeng and he grew up at the gibang (place where gisaeng work). He becomes the first male gisaeng in Joseon, a time when women suffered from oppression. Hae-Won (Jung So-Min) is a beautiful woman with a progressive way of thinking. They try to find true love.

Notes

Filming began December 26, 2018 and finished March 31, 2019.

Cast

Lee Joon-Ho as Heo Saek
Jung So-Min as Hae-Won
Ye Ji-Won as Nan-Seol
Choi Gwi-Hwa as Yook-Gam
Gong Myung as Yoo-Sang
Go Na-Hee as Al-Soon
Jeon No-Min as Elderly Man Heo
Lee Il-Hwa as Older Woman Hae-Won
Shin Eun-Soo as Sook-Jung
Cho Yi-Hyun as Soo-Yang
Bae Jung-Hwa as Lady Nam
Kang Seung-Hyun as Lady Yoon
Ha Jae-Suk as middle-aged Al-Soon
Kim Dong-Young as Dong-Joo

Additional Cast Members:

Ha Ji-Eun - Mi-Ryung
Min Ji-Yul - Ae-Ok
Park Jung-Won - Choon-Boon
Kong Hyun-Joo - Yoo-Jung
Baek Joo-Hee - Housemaster Yeol-Nyeo
Lee Joo-Sil - Yeol-Nyeo's godmother
Kim Woo-Hyuk - Joong-Dae
Lee Jang-Yoo - Minister of Personnel
Ji Dae-Han - Minister of Revenue
Lee Cheol-Min - Minister of Education
Ha-Min - Yoo-Sang's mother
Jung Jae-Sung - Yoo-Sang's father
Yoon Ji-Wook - Mang-Tae
Yoon Jeong-Hyuk - Go-Dol
Kim Han - Yoo-Jung's lover
Jung Yun-Shim - company owner's wife
Lee Noh-Ah - daegeum musical instrument player 2


Heo Saek (Lee Joon-Ho) adalah pria muda yang cantik. Ibunya seorang gisaeng dan dia tumbuh di gibang (tempat gisaeng bekerja). Dia menjadi gisaeng pria pertama di Joseon, saat wanita menderita penindasan. Hae-Won (Jung So-Min) adalah wanita cantik dengan cara berpikir progresif. Mereka berusaha menemukan cinta sejati.




Suatu hari ada seorang gadis muda berjalan di tengah ladang canola. Ia mencari keberadaan pelukis bernama Heo Saek. Ia bertanya pada laki-laki tua yang sedang memetik bunga canola tentang rumah pelukis itu. Laki-laki tua itu memberi petunjuk arah.

Sesampainya di rumah pelukis, gadis muda itu terkejut. Pria tua yang bertemu dengannya di jalan tak lain adalah pelukis yang ia cari. Pria itu memberinya teh berisi bunga. Lalu, si gadis bertanya tentang lukisan-lukisan yang tergantung di dinding. Yang menarik perhatiannya adalah lukisan anak laki-laki yang berada di tengah kerumunan para gisaeng. Penasaran, gadis itu pun meminta pria tua bercerita tengang lukisan itu.

Heo Saek (Lee Joon-Ho) seorang pemuda yang tinggal di gibang (rumah gisaeng). Ia lahir dan tumbuh di lingkungan gisaeng. Ia pandai melukis dan pandai merayu wanita.



Nan-Seol (Ye Ji-Won) si pemilik gibang ingin Heo Saek mengikuti ujian negara. Ia adalah pengasuh Heo Saek sejak ibu Heo Saek meninggal. Heo Saek lulus ujian negara adalah impian mendiang ibunya. Karena itu Nan Seol selalu bertindak keras pada Heo Saek. Sayangnya Heo Saek tak tertarik pada ujian negara. Kesal, Nan Seol pun memberi pelajaran pada Heo Saek dengan mengusir pemuda itu dari gibang.



Di tengah perjalanan, Heo Saek bertemu Hae-Won (Jung So-Min). Gadis yang cantik dan memiliki pemikiran berbeda. Heo Saek tertarik, namun mengabaikannya.



Berikutnya Heo Saek bertemu dengan pria telanjang di tengah hutan. Pria itu mengaku sedang menepi di gunung dan dirampok. Walau awalnya ketakutan, Heo Saek akhirnya memberi pria itu pakaiannya dan mereka makan bersama. Pria bernama Yook-Gam (Choi Gwi-Hwa) itu akhirnya dijadikan alat oleh Heo Saek untuk bisa kembali ke gibang. Ia menjadikan Yook Gam sebagai tamu.



Berhasil kembali ke gibang namun Heo Saek dan Yook Gam dihukum oleh Nan Seol. Nan Seol sedang mengalami kesulitan karena sepinya tamu. Ia pun terlilit masalah keuangan. Karena Heo Saek membuat masalah, ia pun menghukum dan mengurung pemuda itu.

Heo Saek meminta bertemu dengan Nan Seol. Ia menyadari jika ada tamu wanita yang menyamar sebagai pria untuk datang ke gibang. Lalu, ia menawarkan diri sebagai gisaeng pria yang menemani tamu wanita. Walau awalnya sempat menolak, Nan Seol akhirnya setuju. Heo Saek meminta Yook Gam untuk membagikan selebaran tentang gisaeng pria. Promosi itu berhasil dan gibang milik Nan Seol kembali ramai pengunjung. Heo Saek pun menjadi primadona dalam gibang milik bibinya itu.

Tanpa diduga, Heo Saek kembali bertemu dengan Hae Won. Ia pun baru menyadari jika ia menyukai gadis itu. Saat ia kembali menyapa gadis itu, seorang pria bangsawan bernama Yoo-Sang (Gong Myung) menyela keduanya. Yoo Sang sudah lama menyukai Hae Won.




Yap! Film ini mengisahkan tentang gisaeng pria pertama di era Joseon. Layaknya gisaeng, Heo Saek pun berias saat akan menerima tamu. Ia tak hanya menemani tamu minum, tapi juga menari dan memainkan musik. Selain itu jadi tempat curcolan para tamu juga.

Romance dan komedinya dapet. Tapi, bikin nyesek juga. Film ini membuktikan bahwa cinta sejati itu nggak harus bersama. Kalau menurut quote-nya Mbah Sujiwo Tejo, "Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa."

Cinta sejati itu bakal dibawa sampai mati. Kayak Heo Saek dan Hae Won. Cinta mereka abadi sampai udah aki-nini. Nyesek itu pas Hae Won telat tahu bahwa kata asing yang diucapkan Heo Saek artinya adalah 'aku mencintaimu', bukan 'kamu cantik sekali'. Keduanya tetap menjaga cinta di hati masing-masing walau nggak bisa bersatu.

Pada era Joseon wanita banyak menderita. Kehadiran Heo Saek adalah angin segar bagi mereka. Tapi, itu adalah aib yang dilarang hingga Hae Seok harus dihukum.

Film ini nggak hanya ceritain cinta antara laki-laki dan perempuan. Tapi, cinta antar saudara. Suka banget liat hubungan Heo Saek ama gisaeng muda Sook-Jung (Shin Eun-Soo). Keduanya menyayangi bak kakak adik walau bukan saudara kandung. Sayang nasib Sook Jung berakhir tragis.

Walau film ini tentang gisaeng, tapi nggak ada adegan vulgarnya kok! Dan ini pertama kalinya saya nonton aktingnya Junho. Keren juga aktingnya. Kekeke. Btw saya HOTTEST, tapi ini pertama kalinya nonton akting Junho. Parah ya. Heuheuheu. Padahal dulu kalau liat mukanya Junho udah ketawa aja bawaannya. Keinget seringnya dia bernasib sial di Idol Army. Tapi, di film ini beda banget. Bukan nonton Junho 2PM, tapi aktor. Heuheuheu.



Sekian ulasan saya. Mohon maaf jika ada salah kata. Terima kasih. Semoga bermanfaat dan selamat menonton.

Photo by: Hancinema.


Tempurung kura-kura, 06 Oktober 2019.
- shytUrtle -

You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews