¤ FF TVXQ.JYJ,SHINee,2PM - TRIANGLE ¤

05:03

¤ T.R.I.A.N.G.L.E ¤





* Cast:

- Girls On Top ---> Lee Youngie/Yui Kagemiya,Jung Heebyul,Song Hyuri,Park Chaebin,Kim Hyejin/Moon Hyeoseo.

- TVXQ.JYJ,SHINee,2PM



* Genre: Serial/Straight/Horor-Fantasy



* Daftar Istilah:

- Hallow: makhluk 1/2 siluman atau darah campuran.

- Hyõnin: para pejabat tinggi pemegang pemerintahan dalam Utopia.

- Hon: golongan roh gentayangan.

- Saviour: golongan manusia ksatria pembasmi Viper yang tergabung dalam Utopia.

- Utopia: tempat berkumpulnya para ksatria pembasmi.

- Valour: golongan ksatria dari kaum Yowl.

- Viper: siluman golongan hitam yang menggunakan kekuatan goblin dan bertransformasi menjadi makhluk abadi penghisap darah (vampir)

- Voracious: siluman yang telah terinfeksi racun Viper dan menjadi monster yang selalu haus darah dan pemakan daging dan merupakan budak kaum Viper.

- Yowl: golongan siluman putih.







Episode #9









Hyeoseo tertegun di tempat Ia berdiri terus menatap Minho yang terlihat sekarat.



“Kenapa?? Apa kakak Senior akan membunuh orang ini???” Youngie angkat bicara “Ingin melaksanakan peraturan Utopia di sini??? Ma’af Kak,jika Kakak Senior melakukannya maka kakak harus menghadapi Aku dulu”



“Blackjack???” bisik Hyuri.



“Nona,jangan lakukan itu” rintih Minho.



“Kakak Senior! Aku menentangnya!”



“Yui!!! Kau!!!” Hyeoseo melotot kea rah Youngie.



“Iya! Aku menentang aturan Utopia. Aku akan menyembuhkan orang ini”



“Apa??? Apa Kau bilang??? Menyembuhkannya???”



“Iya! Aku bisa mengobatinya,jadi tolong rahasiakan ini”



“Kau mau Aku bersekongkol dengan Mu menyembunyikan monster?!!!”



“Monster??? Dia manusia,Kak!!! Jika Kakak Senior tetap bersikeras membunuhnya,maka Aku tidak akan segan melawan Kakak” memegang senjata yang tergantung di pinggangnya.







Hyeoseo mengekor di belakang Youngie yang terlihat sibuk mencari rerumputan obat. Hyeoseo jadi bertanya-tanya karena Youngie terlihat sama sekali tak kesulitan berkeliling di hutan untuk mencari tumbuhan obat.



“Kakak kenapa menatap Ku seperti itu?” Youngie menghentikan aktifitasnya dan berbalik menatap Hyeoseo.



“Ak…Aku…”



“Kakak heran Aku begitu hafal tempat ini??” tanpa basa-basi Youngie langsung mengungkapkan pertanyaan yang ada di pikiran Hyeoseo.



“Kau bisa membaca pikiran Ku?”



“Tidak! Sorot mata Kakak yang mengatakan hal itu,kenapa??”



“Iya,Aku heran melihat Mu seperti itu”. Youngie hanya tersenyum menanggapinya. “Bukankah Kau tadi sakit bahkan sampai pingsan,tapi sekarang,Kau tampak begitu baik”



“Jujur tadi Aku tadi pura-pura pingsan”



“Apa??? Kau pura-pura pingsan?? Jadi Kau menipu Kami???”



“Orang terlalu ta’at pada peraturan pasti akan bereaksi seperti itu". Hyeoseo hanya bisa mendengus kesal mendengarnya. "Sekarang Kakak mau melapor? Kakak tidak takut di tuduh pengkhianat karena bersekongkol dengan Ku menyembunyikan makhluk yang terinfeksi Voracious"



"Kita impas!" potong Hyeoseo. "Kenapa Kau pura-pura pingsan? Lalu bintik-bintik merah di tubuh Mu?"



"Aku sengaja meminum ramuan akar merah"



"Akar merah??"



"Em! Hutan Gõwl kaya akan tanaman herbal,dulu Warga Koyangi selalu memanfa'atkannya,sekarang Aku pun begitu. Sempurna bukan? Bintik-bintik yang tumbuh sangat mirip dengan alergi sinar matahari"



"Bagaimana Kau bisa banyak tahu?"



"Aigo~ Kakak Senior tidak pernah mengunjungi perpustakaan umum ya?"







Meski awalnya merasa kesal namun Hyeoseo kini terlihat menikmati kebersamaannya dengan Youngie. Ia duduk sambil terus memperhatikan Youngie yang terlihat sibuk meracik tumbuhan yang Ia kumpulkan menjadi ramuan obat. Sejenak Hyeoseo merasa iri,meskipun Ia termasuk deretan murid terpandai di Akademi namun kini kenyataannya ada yang lebih pandai darinya. Merasa malu karena pernah berpikir bahwa Youngie hanya menilai segala sesuatu dengan uang tapi hari ini Ia merasa telah melihat siapa Youngie sebenarnya. Sesampainya di gudang makanan Youngie segera mengobati Minho.



"Gigit ini" memberikan sapu tangan pada Minho "Akan sangat sakit sa'at menempel di luka Mu".

Minho menurut dan Youngie mulai membalutkan ramuan tepat pada luka Minho. Wajah Minho makin pucat dan dengan keras Ia menggigit sapu tangan karena meskipun teramat sakit Ia tak boleh berteriak. Usai Youngie membalutkan ramuan,Ia membantu Minho meminum obat yang sudah di raciknya. "Kau tinggal menyeduhnya untuk nanti sore dan malam,Aku jamin besok pagi Dia akan kembali normal" Youngie menyerahkan ramuan pada Hyuri.



"Sekarang,Aku sudah merasa lebih baik" Minho tersenyum tulus pada Youngie "Terima kasih,Nona"



"Hehehe kalau pusing Mu sudah hilang,cobalah untuk berjemur,sinar matahari bisa mempercepat kesembuhan Mu". Minho mengangguk paham lalu Youngie dan Hyeoseo pamit.



"Terima kasih" ucap Hyeoseo tiba-tiba.



"Eh?? Untuk apa Kakak Senior mengucapkan kata itu?"



"Hari ini Kau mengajarkan Aku banyak hal". Mendengarnya Youngie memasang ekspresi tidak paham. "Ma'af karena sebelumnya Aku menganggap Mu gadis bodoh,sombong dan rakus karena hanya menjadikan uang sebagai hal yang terpenting dalam hidup Mu. Aku lah yang bodoh telah menilai Mu dari sampulnya saja,ma'af ya". Youngie tersenyum dan menggangguk antusias. "Kau mau mengajari Aku cara pengobatan herbal? Aku kagum pada kemampuan Mu. Hah...begini ya rasanya melanggar peraturan?"



"Apa menyelamatkan nyawa seseorang itu termasuk melanggar peraturan?" keduanya tertawa bersama.



"Kau disini rupanya!" Minrie datang bersama Eunsuh dan keduanya terlihat heran melihat Hyeoseo begitu akrab dengan Youngie.



Youngie segera pamit. Eunsuh melihat ke arah gadis itu sejenak lalu berdiri lebih dekat pada Hyeoseo. "Ada berita baru,semalam muncul orang berpakaian serba hitam,bukan ada yang bilang berjubah hitam di kediaman Lee Junki yang terabaikan itu"



Youngie sempat mendengarnya. "Yui? Kau sudah sembuh?" sapa Minkyung. Youngie hanya tersenyum menundukkan kepala kemudian pergi.

***









Yunho dan Yoochun masih bertahan menemani Junho di kediaman Keluarga Song. Ketiganya terlihat santai menikmati suasana sore.



"Aku tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang Saviour. Dulu Aku selalu bermimpi ingin menjadi seperti Ayah,dengan gagah bertarung melawan Viper dan Voracious. Yunho,Aku salut pada prestasi Mu" puji Junho. "Yoochun! Kenapa Kau malah keluar dari Utopia? Kau ini kan calon pewaris tahta"



"Pecundang hanya bisa lari dari kenyataan" jawab Yoochun kemudian meneguk teh.



"Lari dari kenyataan?"



"Jangan pura-pura tidak tahu! Selama di Indonesia apa Kau tidak pernah mengikuti berita dari sini?"



"Tidak!" Junho menggelengkan kepala "Paman Seunghyo benar-benar mengisolasi Ku"



"Yoochun mundur setelah peristiwa besar menimpa kelompok Kami di tahun 2004,Junsu dan Jokwon meninggal dalam peristiwa itu juga seluruh anggota kelompok Ksatria Valour Utopia Four Leaf Clover" Yunho mencoba menjelaskan. Suasana jadi hening. "Menurut Ku,Yoochun bukanlah pecundang jadi berhentilah memaki diri Mu seperti itu"



"Iya,setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Oya,sa'at pesta ulang tahun Tuan Presiden Beliau mengungkapkan keinginannya untuk segera melihat pernikahan Mu. Yoochun,bagaimana? Apa Kau sudah calon? Adik Ku...Lee Youngie sudah tidak ada lagi,Aku tidak bisa memberikan Dia pada Mu,jadi jangan memintanya lagi pada Ku,ya"



Yoochun hanya tersenyum kecil menanggapinya.







"Seseorang berpakaian serba hitam dan bercadar?" Seunghyo memastikan.



"Iya,Tuan!" jawab Jinki "Saya sempat mengejarnya namun tidak berhasil menangkapnya"



"Di luar orang-orang juga ramai membicarakan hal ini,bukan hanya Kak Jinki yang melihatnya,Dia lawan atau kawan?" Taemin ikut bicara.



"Kita tidak boleh bertindak ceroboh,apalagi Yoochun dan Yunho masih bertahan disini jadi jangan terlalu sering membicarakan hal seperti ini"











Hari berganti gelap. Seunghyo heran melihat Junho,Yoochun dan Yunho sepertinya hendak pergi kesuatu tempat. "Kalian akan pergi?" tanya Seunghyo.



"Aku ingin melihat kegiatan outdoor di hutan Gowl" jawab Junho seraya tersenyum lebar.



"Kenapa berangkat selarut ini?"



"Aku sudah menyarankan untuk berangkat besok pagi saja tapi Mereka berdua memaksa berangkat sekarang" Yunho yang sedari awal sudah malas berharap Seunghyo mendukungnya. "Ayolah,Paman cegah Mereka"



"Pergilah!" ucap Seunghyo membuat Junho dan Yoochun tersenyum lebar "Tapi esok sa'at matahari terbit". Wajah Junho dan Yoochun kontan meredup dan Yunho tersenyum lebar. "Masuklah! Aku tidak akan mengizinkan Kalian pergi malam ini"















Semua sudah terlelap di perkemahan. Senior yang bertugas jaga malam juga tertidur di pos masing-masing. Seperti malam sebelumnya,Youngie yang selalu terjaga duduk di atas dahan sebuah pohon. Ia mengawasi seluruh sudut perkemahan. Ada yang bergerak mendekat! Youngie menajamkan telinganya dan mengendus bau yang menyengat hidungnya. Ia menyadari ada gerombolan Voracious sedang mendekati perkemahan. Jari tangan Youngie bergerak menghitung jumlah Voracious yang datang mendekat. Gawat! Lebih dari 15,tidak lebih dari 20,bertambah lagi! Ini penyerbuan!







Jinki masih terjaga. Ia keluar bergabung dengan beberapa pengawal yang berjaga di pintu masuk kediaman Keluarga Söng. Samar-samar dari kejauhan terlihat seseorang berlari mendekat. Jinki menajamkan matanya,benar seorang pemuda datang mendekat. Sepertinya Ia terluka,Ia berlari sembari memegang tangan kanannya.



"Siapa Kau?!" cegah seorang pengawal.



"Aku...Aku Lee Jaejin. Tolong...tolong Kami...perkemahan di serang" Jaejin langsung ambruk tak sadarkan diri.









Entah atas perintah siapa gerombolan Voracious datang menyerbu perkemahan. Semua bertarung untuk diri Mereka sendiri termasuk para Junior karena jumlah Dewan Senior yang mendampingi terlalu sedikit untuk melindungi keseluruhan Junior.





"Tetaplah dalam lingkaran ini sampai Aku kembali!" perintah Youngie usai menemukan Heebyul dan Chaebin.



"Kau mau kemana?" tanya Chaebin panik "Aku benar-benar ketakutan sekarang" air mata ketakutan itu meluncur pelan menuruni pipi mulus Chaebin.



"Aku akan mencari Aesook dan...Ginger"



"Ginger??" tanya Heebyul "Aku akan menjaga Chaebin,cepatlah kembali" kemudian memeluk Chaebin yang menangis ketakutan.



Youngie mengangguk. Ia percaya Heebyul pasti bisa di andalkan. "Tunggu!" cegah Chaebin lagi dan Youngie kembali menatap teduh pada Chaebin. "Jangan hanya mencari Aesook juga Ginger tapi...tolong bawa juga Senior Kim Jong Hyun...untuk Ku" dengan wajah melasnya. Youngie mengangguk dan benar-benar pergi dari hadapan Heebyul dan Chaebin.



"Tuhan lindungilah Kami semua malam ini,amin" bisik Heebyul sambil terus menatap punggung Youngie yang berjalan semakin jauh kemudian lenyap dalam kegelapan. Lingkaran mantra ini cukup jauh dari perkemahan dan tak di pungkiri Heebyul juga ketakutan hingga makin erat memeluk Chaebin.







Perkemahan porak poranda. Korban berjatuhan dan Voracious juga Viper berpesta malam ini. Youngie terus meneriakkan nama Aesook juga Hyuri sambil bertempur. Changmin berdiri di atas pohon mengawasi pertempuran. Seorang siswi berlari dan terjatuh tepat di bawah pohon tempat Changmin berada. Siswi itu terluka parah dan 4 Voracious yang mengejarnya sudah siap menyerang.



Tubuh Minrie gemetar. Darah terus mengucur dari luka di pundak kanannya. Di hadapannya sudah berdiri 4 Voracious yang perlahan mendekatinya. Ia pasrah jika malam ini Voracious akan memangsanya hidup-hidup. Angin dingin berhembus cepat menyentuh wajah Minrie. Tiba-tiba di hadapannya berdiri seorang pria berjubah hitam. Minrie hanya bisa menatap sosok tinggi besar itu dari belakang sebelum Ia jatuh pingsan. 4 Voracious yang mengejar Minrie pergi sesuai perintah Changmin. Changmin berbalik dan mendapati Minrie telah jatuh pingsan. Di pandanginya gadis berparas ayu yang tergeletak tak sadarkan diri itu dan perlahan tangan kanan Changmin bergerak menyentuh wajah Minrie.



Kondisi murid Hyesõng Academy makin terpojok. Mereka bertahan dengan sisa kekuatan dan berharap ada bantuan datang. Hyeoseo dan Minkyung beradu punggung dan 8 Voracious mengelilingi keduanya bersiapa menyerang. Keduanya kehilangan Minrie dan Eunsuh. Usai Hyeoseo memberi kode,keduanya pun maju menyerang Voracious yang mengepung Mereka.



Mata Youngie melebar. Ia berhasil menemukan Aesook namun terlambat. Aesook jatuh dan berlutut namun masih mencoba bangkit dan melawan gerombolan Voracious yang bersiap memakannya. Aesook sadar Ia tidak akan selamat. Ia mengangkat pedang di tangannya dan mengarahkan ujung pedang tepat di jantungnya. "AESOOK!!!!!!!" Youngie menebas Voracious yang menghadangnya dan berlari menuju Aesook. Terlambat! Aesook sudah menancapkan ujung pedang tepat di jantungnya. "Aesook!!!" Youngie merengkuh tubuh Aesook dalam pelukannya "Aesook! Kenapa Kau lakukan ini? Aesook!!!" Youngie panik berusaha menghentikan darah yang mengucur dari dada Aesook.



"Ja-ja-jang-ngan...me-men-nang-ngis..." Aesook mengangkat tangannya dan mengusap lembut air mata di pipi Youngie. "Ak-ku-tat-tat-hu-kak-kau...ak-kk-kan-dat-tt-tang...". Youngie menangis dan menggelengkan kepala. "Kak-kau...harrruss...hid-dup" Aesook menggenggam erat tangan Youngie dan tersenyum kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.



"AESOOK!!!!!!!" Youngie menjerit dan menangis memeluk tubuh Aesook yang berlumuran darah dan sudah tak bernyawa. "Ma'afkan Aku..." bisik Youngie di telinga Aesook kemudian perlahan membaringkan tubuh Aesook. Ia masih menangis dan tubuhnya gemetar menahan emosi. Jeritan korban kekejaman Voracious terdengar dari seluruh penjuru perkemahan. Sementara itu di belakangnya sudah menunggu 10 Voracious yang bersiap menyerang. Tubuh Youngie semakin gemetar karena marah. Darahnya memanas,kuku-kuru jari tangannya memanjang. Bola matanya berubah hitam keseluruhan seperti mata Viper (laba-laba) dan gigi taringnya pun tumbuh memanjang.







Satu jam perjalanan pasukan Seunghyo tiba menjelang subuh. Tentu saja ini terlambat. Perkemahan benar-benar porak poranda dan sepertinya tidak ada yang selamat. Melihat kondisi itu,Yoochun langsung panik. Ia lekas bergerak dan terus meneriakkan nama Yui. Jinki dan Taemin di ikuti beberapa pengawal mulai menyisir perkemahan mencari korban selamat. Yunho yang juga ikut dalam rombongan tak mau kalah mencari sang Adik Heebyul. Junho menguatkan langkahnya berjalan di belakang Seunghyo melewati mayat korban yang bergeletakkan dengan kondisi mengenaskan.



Heebyul,Chaebin dan Hyuri berpelukan dan menangis bersama masih berada dalam lingkaran mantra yang di buat Youngie. Suasana menjadi hening sejak satu jam yang lalu namun Youngie belum juga kembali. Benar Voracious tak mampu menembus lingkaran mantra namun ketiganya harus menyaksikan kekejaman Voracious yang membantai Minho yang berusaha melindungi Hyuri. Hyuri masih ingat betul ekspresi dan sorot mata Minho sa'at terakhir menatapnya sebelum gerombolan Voracious menyeretnya ke dalam semak-semak. Hyuri kembali menangis setiap kali mengingat hal itu. Ia menyesali kematian Minho yang di karenakan melindungi dirinya.



Jinki berhasil menemukan Heebyul,Hyuri dan Chaebin. Ia membawa ketiga gadis itu. Yunho langsung memeluk erat Heebyul dan menangis bahagia melihat adiknya selamat. Taemin berhasil menemukan Hyeoseo dan beberapa korban selamat lainnya yang bersembunyi di tenda gudang makanan. Seunghyo mencoba mengorek informasi dari korban selamat,sementara Jinki terus menyisir perkemahan. Taemin membersihkan tenda pengobatan dan membawa korban yang terluka kesana.





"Tuan Muda!" Hyeoseo menghampiri Yoochun yang terlihat putus asa.



"Di mana Yui Ku? Di mana Dia?" Yoochun memegang kedua bahu Hyeoseo dan menggoyangnya namun Hyeoseo malah menundukkan kepala dan menggeleng pelan. Air mata Yoochun meleleh dan tak tahu harus berbuat apalagi. Tiba-tiba ada yang bergerak mendekat. Yoochun dan Hyeoseo menyadari hal itu. Pengawal di sekitar keduanya langsung siaga.



"Uhuk! Uhuk!" Youngie muncul dari balik semak-semak dengan membawa tanaman herbal yang berhasil Ia kumpulkan. "Kak Hyeoseo? Tuan Yoochun?" Youngie terlihat baik meski bajunya berlumuran darah.



"Yui!" Yoochun langsung memeluk erat tubuh Youngie. "Kau membuat Ku hampir mati ketakutan! Syukurlah...Kau selamat"

***







Matahari telah terbit. Pasukan Seunghyo membersihkan perkemahan. Semua korban tewas di kumpulkan jadi satu siap di kremasi. Korban yang terluka segera mendapat pengobatan.



"Nona mahir sekali tentang pengobatan herbal ini" Jinki membantu Youngie membagikan obat.



"Hutan Gõwl kaya akan tanaman obat,sirih hitam,akar merah dan tumbuhan obat lain banyak tumbuh subur di sini"



"Kau bisa mengenalinya meski Kau berburu dalam keadaan gelap,itu mengesankan"



"Tanaman herbal memiliki bau khas masing-masing,sa'at mata Ku tidak bisa melihat maka hidung Ku yang bekerja" sembari tersenyum manis. Keduanya saling bertatapan sejenak.



"Kakak,pasukan Utopia datang" Taemin datang menyela. "Eh,Nona ini kan pelayan di rumah Tuan Presiden yang mengantar Kita mencari toilet waktu itu" Taemin memperhatikan Youngie.



"Benarkah?" Jinki mengamati Youngie. "Beda sekali??"



"Itu karena waktu itu Nona ini memakai hanbok"



"Tuan masih mengingatnya??" Youngie tersipu.



"Kakak,Tuan Seunghyo meminta Kita berkumpul" Taemin menatap Youngie sejenak kemudian tersenyum dan pergi. Jinki juga tersenyum manis pada Youngie kemudian menyusul langkah Taemin.



"Huh...!!!" Youngie meletakkan tangan di dadanya. "Kenapa tiba-tiba jantung Ku berdetak kencang seperti ini setiap kali bertemu Tuan Muda itu?"









Korban tewas di kremasi secara masal. Korban selamat dan luka-luka segera di evakuasi menuju rumah sakit Utopia. Penyerangan semalam langsung menjadi headline news di berbagai media. Wartawan berkumpul di depan rumah sakit Utopia berharap bisa mewawancarai korban selamat hingga rumah sakit harus di jaga ketat.





"Minho...Dia belum sempat berterima kasih pada Mu" Hyuri masih terlihat sedih "Aku banyak cerita tentang Blackjack Ku dan Dia benar-benar mengagumi pemikiran seorang Yui Kagemiya"



"Dia bukan pembelot. Aku tahu Choi Minho punya pemikiran yang sama dengan Ku" Youngie tersenyum namun tatapannya kosong "Aku bisa melihat dari sorot matanya,juga Aesook..." sangat lirih menyebut nama Aesook "Mereka adalah Ksatria sebenarnya" mengusap air mata di pipinya. Chaebin dan Heebyul hanya diam karena Mereka sadar diri Mereka tak berbuat apa-apa. "Chaebin,ma'afkan Aku...Aku tidak bisa membawa Senior Kim Jonghyun pada Mu"



"Apa-apa'an Kau ini!" Chaebin ikut menangis "Kau sudah berbuat banyak,Aku tahu Kak Jonghyun bisa menjaga dirinya sendiri"



"Jangan pura-pura bahwa Kau baik-baik saja. Aku tahu Kau dan Senior Kim punya hubungan khusus,apa Kau masih bisa merasa baik sa'at Ia masuk dalam daftar siswi yang hilang?!". Mendengarnya Chaebin menangis makin menjadi dalam pelukan Heebyul. "Tapi...Aku juga tahu Kita tidak bisa berbuat apa-apa" Youngie terdengar kacau.



"Kalian semua sudah melakukan yang terbaik" Hyeoseo datang bergabung.



"Karena itu Utopia akan semakin mempersulit Yui" sahut Heebyul sinis.



"Menyulitkan Yui??" Hyeoseo terlihat tidak paham.



"Pengobatan herbal itu kebanyakan orang tahu hanya di miliki klan Koyangi" jawab Hyuri membuat Hyeoseo langsung menatap padanya. "Aku rasa Nona Hyeoseo sudah paham bagaimana kelanjutannya nanti"



"Aku pasrah. Aku lelah sekali" Youngie menyelonjorkan separuh tubuhnya di meja.



"Ini bukan Yui yang Aku kenal" Heebyul menggenggam tangan Youngie "Aku akan tetap berdiri di pihak Mu,Lead" mengelus tangan Youngie.



"Aku juga" Chaebin sedikit lirih dan melirik ke arah Hyeoseo.



"Kenapa Kalian menatap Ku seperti itu?" Hyeoseo keberatan "Ini bukan urusan Ku" kemudian pergi.



"Padahal Dia kehilangan Kak Minrie tapi sama sekali tak terlìhat sedih" gerutu Chaebin seraya mengusap air matanya.









"Ayah!" nada suara Yoochun meninggi "Apakah pantas Ayah mengatakan hal seperti itu dalam situasi seperti ini? Yui adalah anak asuh Ku,jika Dia melakukan kesalahan maka Aku sendiri yang akan menghukumnya. Kenapa Ayah ingin menyelidiki Yui? Karena Dia melakukan metode pengobatan herbal itu? Kenapa? Apa itu mengingatkan Ayah pada Chae Youngie?". Jinyoung mengangkat kepala dan menatap Yoochun tanpa ragu. "Aku tahu akan hal itu dan Aku paham kekhawatiran Ayah,tapi Aku tetap tidak akan melepaskan Yui! Aku akan membawanya keluar dari sini! Jika ada yang menghalangi,maka Aku tidak segan membunuhnya!" pergi keluar dan membanting pintu membuat Yunho yang menunggu di luar kaget.



"Yoochun!" Yunho hendak mengejar.



"Biarkan saja!" Jinyoung keluar dan menahan Yunho "Biarkan Dia pergi" benar-benar menahan emosinya.









Yoochun membawa pergi Chaebin,Heebyul,Hyuri dan Youngie. Tidak ada yang berani mencegah Yoochun dan pengawalnya. Yoochun membawa ke-empat gadis itu ke sebuah rumah sederhana yang sudah Ia persiapkan.



"Untuk sementara Kalian tinggal saja di sini bersama-sama"



"Aku tidak mau!" tolak Youngie "Aku punya rumah dan Kakek pasti mencari Ku setelah insiden ini"



"Kau bisa menelfonnya bukan?" beralih menatap Chaebin,Heebyul dan Hyuri "Kalian istirahat saja" perintahnya. Chaebin,Heebyul dan Hyuri menurut dan masuk ke kamar masing-masing. Yoochun menatap genit pada Yui dan mulai mendekati gadis itu. "Apa?" ucapnya sedikit berbisik dan mendekatkan wajahnya pada Youngie.



"Kenapa mengumpulkan Kami seperti ini?" Youngie dengan datar "Ingin membentuk pasukan sendiri? Yoochun Angels??"



"Semalam,apa yang sebenarnya terjadi?" Yoochun tanpa merubah posisinya.



"Sudah Ku bilang tiba-tiba muncul orang berpakaian serba hitam beserta pasukannya"



"Kau bohong,Kau pikir Kau saja yang hidup emm? Mau membenarkan isu orang bercadar yang muncul di kediaman Junki?". Youngie menggeleng antusias. "Lalu??"



"Apa???". Yoochun semakin maju mendekat pada Youngie. "Tuan!!!" mendorong Yoochun agar menjauh. "Tanya saja pada yang lain! Memang bukan Aku saja yang selamat!!!"



Yoochun memegang kedua lengan Youngie dan menatap lekat gadis itu. "Aku percaya pada Mu,apapun yang Kau katakan Aku akan percaya"



"Itu tidak adil dan bodoh!!! yang datang menolong Kami....entah apa itu,mungkin Yowl tapi sepertinya kuat sekali,mengerikan! Aku rasa yang lain berpendapat sama. Soal metode pengobatan itu...Kakek Ku lama sekali tinggal di wilayah Gyondong dan memiliki beberapa teman dari Yowl di Koyangi,Aku belajar metode pengobatan kuno itu dari buku-buku milik Kakek. Hah...sekarang Aku justru mengkhawatirkan Tuan Seunghyo...pasti ini akan berakibat buruk"



"Gadis bodoh!!! Kau sendiri dalam posisi sulit sekarang!!!"









"Aigo~~~ kapan Nona kembali pulang??? Apa Dia baik-baik saja???" Junsu mondar-mandir. "Haruskah Aku menyusulnya??? Ada Klan Tiga Dewa disini!!!!"



"Tidak bisakah kau tenang??" Wooyoung terlihat kesal "Youngie baik-baik saja,jangan khawatir,sebaiknya Kau mengantar berita ini pada Kim Junsu dan Kim Kibum"



"Oh...baiklah..."

***





Jaejoong mengamati satu per satu siluman terbaik yang berhasil di tangkap Changmin. Ia tersenyum puas karena Changmin melaksanakan tugasnya dengan baik. "Sepertinya Panglima lelah sekali,istirahatlah"



"Apa tidak ada tugas lain??"



"Tidak. Sisanya akan Aku lakukan sendiri"



"Baiklah,Saya permisi pergi".





Changmin pun bergegas pulang. Buru-buru Ia menuju sebuah kamar. Minrie terbaring di ranjang dan terlihat pucat pasi dengan tubuh menggigil. Changmin mendekat dan memandangi Minrie.



"Siapa Kau!!!!!" Minrie bangkit dan duduk di pojok ranjang. "Dimana Aku?!!!"



"Kau aman,tenanglah"



"Kau...Kau Viper??? Bunuh saja Aku!!! Aku tidak mau menjadi budak Mu!!!". Changmin mengabaikan ocehan Minrie. Hey!!!" teriakkan Minrie juga tak di gubris. "Tuhan...ambil saja nyawa Ku..."

***









"Akhirnya Kau kembali" Junsu lega melihat Youngie sangat baik dan muncul di hadapannya "Semalam Hon utusan Mu datang membawa berita bahwa Kau selamat"



"Emm!! Aku datang untuk menjemput Kakak dan Kibum. Kibum apa Kau sudah berkemas??"



"Sudah Kak"



"Aku akan kembali setelah pukul 10 malam nanti setelah semua selesai Kita pulang,ada beberapa hal yang harus Aku lakukan" menatap Junsu dengan tatapan haru.



"Ada apa???" Junsu mengamati dirinya sendiri.



"Tidak! Aku mohon jangan keluar sampai Aku kembali"



"Emm...baiklah...."



Youngie terlihat enggan tapi Ia harus pergi. Dengan berat hati Ia pun pergi meninggalkan Junsu dan Kibum.









"Apa?!!! Yui pergi?!!!" Yoochun benar kaget ketika Ia kembali dan Youngie suah tidak ada di rumah bersama Heebyul dan Hyuri.



"Ma'af,Aku tidak bisa mewncegahnya. Yui dan Chaebin pergi sa'at langit gelap" sesal Heebyul "Aku rasa Kakak lebih paham bagaimana Yui daripada Aku"



"Di luar masih sangat kacau!!! Dasar keras kepala!!! Kalian apa masih mau bertahan disini??? Hyuri??"



"Bisakah Aku pergi??" Hyuri balik bertanya "Ada banyak pekerjaan yang harus Aku selesaikan,tapi..."



"Aku akan meminta Kepala Pelayan Song menjelaskan situasi ini pada Nona Song Hami. Lalu bagaimana dengan Mu Byul???"



"Aku menunggu Yui dan Chaebin kembali saja,Aku akan tetap disini"



"Baiklah! Aku akan mencoba mencari Yui" bergegas pergi.



"Apa Dia akan menemukan Yui???" tanya Heebyul.



"Siapa yang bisa mencegah Blackjack???"













Youngie dan Chaebin meninggalkan persembunyiannya di kediaman Yoochun sa'at malam tiba. Chaebin sudah membulatkan tekadnya untuk ikut kemana pun Youngie pergi. Bahkan Ia telah memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagai pelayan di kediaman Presiden. Chaebin menelan ludah dalam-dalam sa'at tiba di depan kediaman Youngie.



"Kenapa??" tanya Youngie.



"Kau tinggal disini??"



"Emm!"



"Kastil Yong???"



"Iya"



"Yang terkenal angker??"



"Aish!!! Ayo masuk!!!" menarik tangan Chaebin dan menyeret gadis itu. "Aku pulang!!!" teriak Youngie sa'at membuka pintu.



"Nona!!!!" Junsu tiba-tiba muncul menembus tembok.



"Arrrghhhhhh!!!!!!" Chaebin menjerit dan jatuh pingsan.





"Apa??? Dia juga akan tinggal di sini??? Nona serius??? Kim Bersaudara juga akan tinggal di sini,apa rumah ini sudah berubah jadi penampungan???" Junsu terlihat tak terima mendengar pernyataan Youngie.



"Kau keberatan???"



"Tidak...ini kan rumah Nona jadi terserah Nona" sembari menggaruk kepalanya.



"Hari ini Wooyoung mengantar ketiga Ayah angkat Mu pulang" Ken angkat bicara.



"Iya...kakek marah pada Ku???"



"Mendengar Kau merubah wujud Mu seperti semalam apa Kakek masih bisa tenang?"



"Apa Kami akan selamat tanpa Aku melakukannya?"









Changmin mengelus pelan kepala Minrie. Entah kenapa Ia tak ingin gadis itu mati. Changmin tak tahu harus berbuat apa. Hanya Jaejoong yang bisa menetralisir racun Voracious,tapi tidak mungkin jika Ia membawa Minrie yang nyata seorang Saviour pada Jaejoong. Changmin mengehela nafas panjang kemudian pergi.





Jaejoong menghisap hawa murni Jonghyun dan 6 Yowl terbaik hingga ketujuh Yowl itu tewas. Ia pun menghisap hingga habis darah seorang Hallow. Perlahan Ia berjalan mendekati peti mati tempat Ratu Black Widow Go Hyunjung bersemayam. Jaejoong menggigit urat nadi tangan kirinya dan meletakkan tepat di atas mulut Hyunjung yang terbaring dalam peti mati sambil terus melafalkan mantra. Darah Jaejoong menetes cepat dan jatuh tepat di mulut Hyunjung. Dengan cepat pula darah meresap ke dalam mulut Hyunjung. Perlahan wanita cantik nan anggun dengan gaun khas Ratu Kerajaan Silla itu menggerakan jarinya kemudian membuka mata. Jaejoong menyincingkan senyum liciknya.



"Kenapa Kau membangunkan Aku?" tanya Hyunjung masih duduk dalam peti matinya "Ini belum waktunya,tahun ketujuh dan purnama ketujuh"



"Ratu Ku,ma'afkan Aku. Aku sengaja membangunkan ratu lebih cepat karena ini!" meletakkan tangan kirinya tepat di atas ujung kepala Hyunjung. Jaejoong mengembangkan kelima jarinya mulai menghisap seluruh cakra Hyunjung.



"Penasehat! Apa yang Kau lakukan!!" Hyunjung meronta namun tak bisa melawan Jaejoong karena kekuatannya belum pulih seutuhnya.



"Sudah Ku katakan! Cinta hanya akan membuat Mu lemah! Pria yang Kau cintai tidak akan memberi Mu kesempurnaan yang sesungguhnya!"



"Terkutuklah Kau KIM JAEJOONG!!!"



"Ma'afkan Aku,Ratu Ku!" dengan cepat Jaejoong menggigit leher Hyunjung dan menghisap darahnya hingga habis.







Youngie terbangun akibat jeritan Ratu Black Widow. Bagaimana bisa Youngie yang terbiasa terjaga sepanjang malam tertidur? Ia melihat Ratu Black Widow dalam mimpinya. Wanita cantik itu sempat mengucap kata "hentikan semua!" sebelum menjerit dan tubuhnya menjadi debu.







"Yang Mulia!!!" Changmin menerobos masuk ke dalam kamar tempat peti mati Ratu Black Widow. Mata Changmin melebar menyaksikan Ratu Black Widow tergeletak tak bernyawa dan Jaejoong berdiri merentangkan tangannya dengan mulut berlumuran darah.







Youngie terengah-engah,wajahnya penuh keringat karena mimpi buruk yang Ia alami. "Kak Junsu..." bisiknya seraya melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 10.45 PM. Gawat! Youngie terlambat. Ia bergegas keluar. Wooyoung dan mobilnya sudah tidak ada. Setengah jam yang lalu Wooyoung memutuskan berangkat sendiri menjemput Junsu dan Kibum. Ia tak tega membangunkan Youngie yang terlihat nyenyak dalam tidurnya. Youngie segera melajukan sekuternya menyusul Wooyoung.



Ada apa ini? Kabut tebal dan aroma Voracious tercium sangat jelas sa'at Youngie semakin dekat dengan kediaman Junsu. Hal buruk kembali terjadi. Youngie melihat Wooyoung bertarung melawan Viper dan Voracious yang menyerbu kediaman Junsu. Junsu dalam kondisinya yang tak sempurna ikut bertarung. Jumlahnya tidak seimbang,Wooyoung tak bisa melindungi Junsu dan Kibum sekaligus. Junsu tumbang dan Voracious mencabik-cabik tubuhnya. Youngie tak bisa menyelamatkan nyawa Junsu. Ia kembali mengamuk dan wujudnya berubah. Kuku jari tangannya memanjang,bola mata Youngie berubah hitam seluruhnya. Youngie menjadi Viper dan dengan cepat menghabisi Viper dan Voracious yang menyerang. Wooyoung tak bisa mencegahnya hanya bisa memeluk Kibum yang sekarat. Youngie mendekat masih dengan wujud Vipernya. Air matanya menetes melihat kondisi Kibum yang mengenaskan. Dengan cepat Youngie menggigit leher Kibum dan menghisap darah pemuda yang selalu membuatnya teringat pada Taemin itu.

***









Junsu,Chaebin,Wooyoung dan Youngie berdiri di belakang Ken. Ken meletakkan papan nama arwah Kim Junsu bersama deretan papan arwah yang lain di altar. Youngie tampak redup dan tatapannya kosong ke arah altar. Ia menyesali keterlambatannya padahal sebelumnya Ia sudah merasakan hal itu akan terjadi. Chaebin bertanya-tanya kenapa ada papan nama arwah Keluarga Yowl Lee dan Hyõnin Lee di altar. Tidak hanya itu,Ia juga melihat papan nama arwah tiga Ksatria Valour Utopia Four Leaf Clover. Ia menoleh menatap Youngie dan terus bertanya dalam benaknya tentang siapa sebenarnya Yui Kagemiya itu. Kenapa nama-nama Ksatria Gyõndong ada di sini?







"Kasihan Nona,hanya selang beberapa hari peristiwa buruk menimpanya. Nona kembali kehilangan Orang-orang yang Ia sayangi" keluh Junsu sa'at mencuci piring di dapur. "Park Chaebin! Apa alasan Mu sebenarnya?" tandasnya tiba-tiba pada Chaebin yang membantunya.



"Eh?? Alasan Ku??" Chaebin sadar dari lamunannya "Alasan apa??"



"Haish! Alasan Mu mengikuti Nona sampai kemari. Kau pasti mata-mata Presiden! Ayo jujur saja!" menodongkan garpu di tangannya pada Chaebin. "Kau pasti memata-matai Nona Youngie!"



"Ma'af?? Youngie??"



"Hmm! Nona Kami Lee Youngie"



"Apa?? Lee Youngie???"







"Ini bukan salah Mu" Wooyoung mencoba mengajak Youngie bicara.



"Aku tahu. Aku sudah melìhatnya. Aku tahu Aku tidak akan bisa melawan takdir. Ini akan jadi perang Ku juga kini. Aku akan mencari tahu siapa di balik semua ini! Aku tidak akan diam lagi!" dengan tatapan tajam lurus ke depan dan mengepalkan tangan kanannya.



Chaebin memperhatikan keduanya sembunyi-sembunyi. "Aku akan tetap berdiri untuk mendukung Mu" bisik Chaebin.

***







Rumor baru beredar. Ada pihak yang mengatakan peristiwa pembantaian di Hutan Gõwl ada hubungannya dengan Junho yang baru saja kembali. Meski para pendukung Hyônin Trisula mulai bermunculan namun posisi Junho kembali terpojok. Rumor ini membuat kenyataan seolah-olah Junho adalah penyebab dari penyerangan itu.



Pihak Utopia meminta murid Hyesông Academy yang selamat berkumpul di gedung Hyesõng Academy. Hal ini sudah di umumkan secara resmi. Hal ini membuat Yoochun yang belum berhasil juga menemukan Youngie jadi khawatir. Ia pun belum berhasil menemukan Chaebin. Yoochun khawatir jika Utopia akan mempersulit dua gadis itu.



Dalam Kaum Viper kekuasaan tertinggi jatuh ke tangan Jaejoong. Ia memproklamirkan dirinya sebagai Raja dari para Viper. Jaejoong menguasai seluruh pasukan Viper dan tak segan membunuh Viper yang menentangnya. Banyak keluarga bangsawan Viper yang di bantai karena menolak kekuasaan Jaejoong. Taecyeon tanpa ragu memberikan dukungannya pada Jaejoong. Namun tidak dengan Changmin. Tersirat keberatan dan keraguan di wajahnya,namun Ia tidak bisa berbuat apa-apa tentang kudeta ini karena Ia tak ingin mati sa'at ini.

***





Taemin berulang kali menghela nafas meluapkan rasa kesal di hatinya. Sesekali Ia menggelengkan kepala membaca berita yang tersebar luas di dunia maya tentang penyerangan di hutan Gôwl dan Junho. Masih berkutat di depan laptop sejak 2 jam yang lalu hingga Jinki kembali.



"Betah sekali" sapa Jinki yang kemudian duduk di kursi tepat di samping Taemin.



"Em! Gosip-gosip ini membuat Ku geram"



"Tapi tetap saja Kita harus menahan emosi,jika salah langkah keadaan bisa makin buruk"



"Iya. Kakak,sebenarnya Aku sedang mengkhawatirkan seseorang"



"Eng???"



"Iya,Silence Noona. Aku sudah mengirim pesan padanya tapi tidak ada balasan. Aku khawatir Ia juga jadi korban penyerangan di hutan Gõwl"



"Dia siswi Hyesõng Academy? Kau tahu nama aslinya"



"Em! Dia junior dalam perkemahan kemarin. Aku tidak tahu siapa nama asli Silence Noona. Bagaimana kalau Dia benar telah mati? Padahal Aku sangat ingin bertemu dengannya"



"Kau tidak tahu nama aslinya,itu sama artinya seperti mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami apa Kau bisa? Menurut Ku ini lebih baik,Key dan Silence hanya akrab di dunia maya"

***







Hyeoseo sengaja menemui Yoochun secara langsung. Ia bermaksud meminta ma'af atas ketidakcakapan dirinya mengemban tugas dari Yoochun untuk melindungi Youngie.



"Kita semua tahu,yang berada di sana malam itu sudah melakukan yang terbaik. Jumlah Voracious dan Viper yang menyerang tidak sepadan dengan jumlah Dewan Senior. Terima kasih dan ma'af merepotkan Mu. Kau sendiri kehilangan salah satu anggota Mu"



"Iya,Tuan. Park Minrie. Memang menyedihkan tapi sebagai Saviour,Kami harus mempersiapkan diri untuk meghadapi tragedi seperti ini. Kita bisa kehilangan siapa saja"



Yoochun manggut-manggut membenarkan ucapan Hyeoseo. "Kenapa Kau tidak bertanya langsung pada Ku sekarang?"



"Ma'af??"



"Tanpa memintanya,Aku akan mengatakan pada Mu sekarang"







Hyeoseo berjalan keluar dari pintu Restoran Phunggyõng sore itu. Raut wajahnya sedikit berubah. Ia menghentikan langkahnya dan menghela nafas panjang.





"Alasan Ku memilih Mu,mungkin sedikit tidak masuk akal" Yoochun mulai bicara "Kenapa Aku memilih Mu untuk berada lebih dekat dengan kelompok 41 tak lain karena menurut Ku,Kau sangat mirip Kim Hyejin". Mata Hyeoseo sedikit melebar mendengarnya namun Ia tetap diam menunggu Yoochun melanjutkan penjelasannya. "Belakangan ini Aku merasa deja vu karena itu Aku jadi mempunyai pemikiran seperti ini. Tiga tahun yang lalu Aku bertemu Yui. Semua yang ada padanya mengingatkan Aku pada Youngie kecil Ku. Lama sekali Aku tidak memperhatikan Utopia juga Hyesõng Academy,sa'at Yui akan memulai pendidikannya sebagai calon Saviour,Aku berkunjung ke Akademi dan melîhat Mu,Nona Hyeoseo. Kau sangat mirip Kim Hyejin,putri bungsu mendiang Hyônin Kim. Aku merasa jika Hyejin masih hidup pasti seperti Kau ini. Heebyul berpendapat sama dengan Ku,bahkan Ia mengatakan sa'at pertama kali bertatap mata dengan Mu seolah Ia telah mengenal Mu sebelumnya. Aku,Hyochan dan Heebyul kehilangan Youngie dan Hyejin lalu menemukan Yui dan Kau,Nona Hyeoseo. Ini menakjubkan meski Aku tahu ini tak adil untuk Mu dan Yui"





"Huft!!!" Hyeoseo meniup poniya "Menganggap Aku adalah Kim Hyejing?? Egois sekali! Aku ini Moon Hyeoseo,aish!". Pandangan Hyeoseo kemudian tertuju pada seorang nenek yang hendak menyeberang. Dari arah berlawanan sebuah mobil sedan metalik melaju kencang tak terkendali. Hyeoseo bergerak cepat "NENEK!!!!!" dan menyambar tubuh nenek itu namun membiarkan dirinya sendiri tertabrak mobil. Tubuh Hyeoseo terpelanting dan kepalanya terbentur trotoar.





Yoochun yang baru saja keluar dari restoran heran melihat adanya kerumunan masa di samping restoran Phunggyõng. Ia mendengar percakapan dua wanita yang melintas di depannya tentang seorang gadis yang tertabrak mobil. Yoochun penasaran dan mendekati kerumunan massa. "Hyeoseo!!!!!!!" Ia kaget mendapati Hyeoseo tergeletak di trotoar tak sadarkan diri dengan luka di kepala. Yoochun membelah kerumunan dan langsung mengangkat tubuh Hyeoseo untuk membawanya ke rumah sakit.

***











Youngie tampak malas berjalan pelan sambil menundukkan kepala. Ia memasuki gerbang Hyesóng Academy tanpa mengangkat kepalanya sedikit pun. Youngie menghentikan langkahnya ketika kaki-kaki itu menghadangnya. Perlahan Ia mengangkat kepala dan di hadapannya sudah berdiri Heebyul,Minkyung dan Eunsuh.



"Kau sendirian??" tanya Heebyul "Mana Chaebin? Bukannya Dia bersama Mu?"



"Tidak. Kami berpisah usai meninggalkan rumah itu" Youngie terdengar tak bersemangat.



"Kau sakit? Wajah Mu pucat sekali" tanya Minkyung yang di jawab senyuman tak bersemangat Youngie. "Kami juga kehilangan Minrie"



Suasana kembali hening dan keempat gadis cantik itu tampak redup.



"Kalian di sini rupanya!" Juyeon datang bersama Hyuri.



"Yui,apa Kau sudah membaca sms Ku?" tanya Hyuri "Tuan Yoochun juga mengirim pesan pada Mu"



"Aku lupa di mana ponsel Ku,ada apa?"



"Harusnya Kau tidak kemari" sela Juyeon. "Apa Kalian tidak mendengar kabar buruk ini?" beralih menatap Minkyung dan Eunsuh yang kemudian kompak menggelengkan kepala. "Moon Hyeoseo mengalami kecelakaan sore tadi di depan restoran Phunggyõng,sa'at ini Dia masih di rawat di UGD". Minkyung dan Eunsuh merasa lemas mendengarnya. Youngie dan Heebyul juga menunjukkan ekspresi tak percaya akan hal itu. "Yui,Kau harus pergi" Juyeon memegang lengan Youngie.



"Aku?? Kenapa??"



"Ada penyerangan di kediaman keluarga Han,rumah itu di sewa dua pemuda dan Kau di ketahui sering datang berkunjung kesana. Dua hari yang lalu Viper dan Voracious menyerang rumah itu tapi kedua pemuda itu tak di temukan di sana" jelas Juyeon "Utopia mencari Mu karena dugaan Kau mengetahui sesuatu di balik semua ini"

Youngie terlihat shock dan tubuhnya sedikit limbung sampai-sampai Hyuri harus menahannya. "Akhirnya terjadi juga,tapi Aku tidak akan pergi"



"Apa?!!" Heebyul marah "Dasar keras kepala! Jika Kau tetap di sini Utopia akan menangkap Mu! Kau tidak tahu betapa mengerikannya Utopia itu! Berhenti bersikap sok jagoan seperti ini!"











Seorang Viper berpangkat pengawal berlari masuk menuju aula pertemuan. Ia terluka namun bertahan berusaha menemui Taecyeon. "Panglima Ok!" teriaknya sa'at membuka pintu dan kemudian jatuh tersungkur "Panglima Ok! Yang Mulia Raja! Kami...Kami di serang!" tubuh Viper itu kemudian terbakar dan menjadi debu.

Sepucuk surat tersisa dari tubuh Viper yang sengaja di biarkan lolos untuk mengantar pesan itu. Taecyeon memungut kertas itu dan membaca isinya. "Empat Putri Vampir ada pada Kami. _Ratu Shima_". "Ratu Shima??" bisik Taecyeon.



"Apa isi surat itu Panglima Ok?" tanya Jaejoong.











"Kau harus pergi dari sini Yui!" paksa Minkyung.



"Hah! Ayo!" Eunsuh menggandeng tangan Youngie dan sedikit menyeret gadis itu. "Wajah Mu itu seperti orang sakit! Aku yakin petugas pos akan percaya" ucap Eunsuh namun baru dua langkah tampak mobil Utopia datang dan berhenti di dekat pos penjaga gerbang. Beberapa Saviour turun. Dua orang Saviour mendatangi pos penjaga dan sisanya tampak mengamati sekitar. "Bagaimana ini?" tangan Eunsuh gemetar karena takut.



"Ikut Aku!" Heebyul menarik tangan Youngie "Jalan satu-satunya adalah lorong hantu" tersenyum tulus pada Youngie kemudian menuntun gadis itu agar mengikuti langkahnya.



"Pergilah bersama Mereka!" perintah Juyeon pada Hyuri. Hyuri mengangguk kemudian menyusul langkah Heebyul dan Youngie. "Kalian,kembalilah ke Hyungga,tetaplah bersikap wajar di depan Dewan Senior yang lain". Eunsuh dan Minkyung mengangguk paham kemudian pergi sesuai perintah Juyeon. "Semoga Kalian berhasil lolos,Aku akan melapor pada Tuan Yoochun"







Hyuri awalnya merasa ngeri dan merinding namun Ia akhirnya mengikuti Heebyul dan Youngie memanjat pohon besar di belakang sekolah. Ketiganya berhasil menuruni pagar dan tersenyum bersama merayakan keberhasilan itu.



"Sudah Ku duga! Kalian pasti menempuh jalan ini!". Heebyul,Youngie dan Hyuri merapat. Ketiganya sudah di kepung. "Tangkap Mereka!" perintah Choi Siwon pada pasukannya.















_shytUrtle_









cameo:

1. Lee Ju Yeon After School.

2. Choi Si Won Super Junior













ma'af jika ceritanya makin gaje. kelanjutannya ntar habis lebaran ya ^^

You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews