[190630] Trip To Pantai Batu Bengkung

07:42

[190630] Trip To Pantai Batu Bengkung



Lokasi: Pantai Batu Bengkung, Malang.

Alamat: Jalan Jalur Lintas Selatan, RT.42/RW.05, Gedangan, Gajahrejo, Hutan, Gajahrejo, Gedangan, Malang, Jawa Timur 65178 (Berdasarkan Google Map).


Subhanallah. Alhamdulillah. Akhirnya diberangkatkan ke pantai selatan. Manusia hanya bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan. Terima kasih, Tuhan. Karena tahun ini diberangkatkan ke pantai selatan.

Dari sekian daftar perjalanan yang harus kami tempuh salah satunya adalah pantai selatan Malang. Sebenarnya kami sudah menyusun perjalanan, dan seharusnya ke pantai selatan Malang adalah jadwal perjalanan tahun kemarin. Tapi, seingat saya waktu itu ombak pantai selatan lagi tinggi-tingginya. Ndilalah kersane Gusti ALLOH, tahun 2018 diberangkatkan ke Jogja dan ke Blitar. Pertengahan tahun 2019 baru di acc, diberangkatkan ke pantai selatan. Alhamdulillah.

Untuk perjalanan ke pantai selatan Malang syaratnya adalah cari pantai yang bisa dibuat mandi dan tidak ada pertemuan dua arusnya—pertemuan air tawar dan air asin. Sebenarnya kami sempat memutuskan ke Bale Kambang saja, tapi tiba-tiba diminta pergi ke pantai Batu Bengkung. Katanya, akses ke Batu Bengkung mudah dan aman buat mandi. Tujuan kita ke pantai selatan memang untuk mandi. Kekeke.

Kebetulan beberapa hari sebelum rencana kami pergi ke pantai, Linda pergi ke pantai yang sama. Jadi, sekalian saya minta tolong untuk survey lokasi. Menurut Linda tempatnya seru dan aman. Parkir langsung di pinggir pantai dan bisa banget buat mandi. Jadilah kami makin mantab pergi ke Pantai Batu Bengkung.



Setiap perjalanan pasti punya ujian tersendiri. Pun demikian dengan perjalanan ke Batu Bengkung. Karena kebetulan bebarengan dengan liburan sekolah, perjalanan ke Batu Bengkung sekalian saya jadwalkan sebagai perjalanan wisata keluarga besar dari Ibu yang alhamdulillah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2017.

Setelah mendata peserta yang mau ikut, drama pun dimulai. Beberapa hari menjelang keberangkatan godaan dari kendaraan datang. Wajar kan ya kalau kami mencari biaya kendaraan termurah. Kekeke. Tetep prinsip iritisasi diterapkan.

Dari awal emang mau pakek mobil yang dipakek Linda. Tapi, karena kami berangkat tanggal 30 Juni 2019 yang bertepatan dengan pemilihan kepala desa di beberapa wilayah, bapak sopirnya nggak bisa pergi di hari itu karena jadi panitia pemilihan kepala desa.

Kalau untuk biaya transportasi tergantung jenis kendaraan dan dari mana perjalanan dimulai ya. Kami kemarin itu dapat kendaraan dengan harga Rp. 900.000,-

Mobil apa sih itu namanya, kami nyebutnya bison. Bahasa umumnya minibus ya. Pokoknya mobil gede itu deh. Kekeke. Sembilan ratus ribu itu udah bersih. Maksudnya plus biaya sopir dan bensin. Minus tiket masuk dan parkir—juga bayar tol andai lewat tol.

Masalah kendaraan udah deal. Hari H, ternyata peserta bertambah. Kok bisa? Bisa aja dong! Yang katanya ndak ikut malah ikut. Dan, yang katanya ndak jadi ikut, jadi ikutan.

Panik? Dikit. Perjalanan jauh kalau ndak nyaman duduknya kan kasihan juga. Tapi kata masnya, "Ndak papa kok. Masih cukup." Karena emang ndak semua orang dewasa.

Ending dari drama bertambahnya jumlah peserta, saya dapat duduk di pojok belakang. Heuheuheu....



Setiap perjalanan memiliki kisah tersendiri.

Saya tuh orangnya mabukan atau gampang mabuk darat atau mabuk kendaraan. Nah, rencana awal saya dapat duduk di belakang sopir. Tapiii akhirnya malah di pojok kanan belakang. Poor me!

Sebelum mobil dateng, saya masih nyantai kayak di pinggir pantai. Tapi, ketika mobil dateng, pikiran takut mabok mulai muncul. Nyebelin banget kan! Akhirnya nelen antimo deh. Udah gitu, dapet duduk paling belakang. Sungguh situasi yang kompak dan semakin memojokkan saya. Udah pasrah deh. Misal mabok ya emang takdir saya hari itu mabok.

Ternyata masnya kalau nyetir enak walau masih muda. Beneran kata Memes, "Enak atau nggaknya orang nyopir itu tergantung yang ngajarin."

Memes sering naik mobil yang kami sewa hari itu. Dulu waktu masih kerja di puskesmas, sering pakek jasa mobilnya. Katanya sopirannya enak. Nah, si mas sopir itu ternyata anaknya si bapak yang punya mobil. Karena bapaknya kalau bawa mobil enak, dan mungkin masnya diajarin bapaknya. Jadinya, masnya juga enak kalau bawa mobil.

Penting banget ya kura buat bahas itu? Hehehe. Maafkan saya. Ini kan niatnya bahas pengalaman perjalanan dengan detail. Fufufu....

Sopir enak, udah minum antimo, tapi rasa was-was takut mabok masih ada. Itu nyiksa! Sialan banget ini otak over thinking! Hiks! Alhasil saya banyakan merem sepanjang jalan. FYI, mas sopir ngambil rute lewat Turen.

Sampai pada jalur yang maksa saya melek. Jalur di tengah hutan jati yang jalannya aduhai bohay. Serem euy! Tegang? Iya dong! Uniknya, karena merasa tegang melihat jalan yang bergelombang dan meliuk-liuk, rasa mual saya hilang. Amazing!

Suer jalannya tuh aduhai banget! Bergelombang, berkelok-kelok. Tapi, pemandangannya subhanallah... indah banget. Jadi kangen Sendang waktu liat pemandangan di kanan dan kiri jalan heuheuheu.

Kami sempat berhenti di tengah perjalanan karena sama-sama nggak tahu jalan menuju Pantai Batu Bengkung. Maunya pakek bantuan Google, tapi sinyal internet down. Akhirnya mas sopir turun dan nanya. Dari sana kami mendapat petunjuk arah.

Sampai di jalan lintas selatan dibikin takjub. Jalannya aspal alus banget. Lebar dan alus mulus. Sayang saya tidak sempat mengabadikannya.

Di jalur lintas selatan itu banyak pantai. Iyalah kura! Hehehe. Karena perjalanan itu saya jadi tahu jika beberapa pantai yang sering disebutin di artikel di internet yang pernah saya baca itu ternyata ada dalam satu jalur. Nama pantai yang saya ingat ada Pantai Ungapan, Pantai Bajul Mati, Pantai Ngudel, dan Pantai Teluk Asmara. Saking banyaknya sampai susah ngapalinnya. Hehehe.

Pantai Batu Bengkung letaknya agak ujung. Tapi, katanya setelah Batu Bengkung masih ada pantai lagi. Amazing! Nurut saya Batu Bengkung udah yang paling jauh. Tapi, masih ada yang lebih jauh lagi.


HTM Rp. 10.000,- per orang dewasa.
Untuk parkir mobil Rp. 20.000,-

NB: Tarif tidak tentu. Pandai-pandai lah bernegosiasi dengan bapak penjaga pintu masuknya. Kekeke.

Di dalam area Pantai Batu Bengkung sendiri ada—kalau saya tidak salah ingat—dua nama pantai lainnya. Nah, Pantai Batu Bengkung yang paling ujung.

Lokasi parkir di dekat pantai persis. Ada beberapa gazebo, tapi sebaiknya membawa tikar sendiri. Banyak tempat teduh karena banyak pepohonan di pinggir pantai. Gazebo letaknya agak jauh dari pantai.

Fasilitas memadai. Toilet atau tempat mandi banyak tersedia. Air bersih dan mengalir lancar. Ada mushola juga.
Harga untuk BAK Rp. 2.000,-
Untuk mandi Rp. 3.000,-




Tempat makan pun banyak dengan harga standar.
Kelapa muda Rp. 10.000,- per biji.
Cumi-cumi super jumbo bakar Rp. 60.000,-
Tuna bakar Rp. 50.000,-


Kalau yang pengen nginep, di tepi pantai persis udah ada penginapan. Jadi, bisa menikmati malam di tepi pantai tanpa harus mendirikan tenda. Kalau area camping, kayaknya ada deh. Soalnya banyak area terbuka di sekitaran pantai. Waktu kami di sana, ada pengunjung yang mendirikan tenda tepat di samping kanan kami menggelar tikar.


Sesuai dengan yang direkomendasikan, Pantai Batu Bengkung memang aman untuk mandi. Ombaknya memang gede banget, tapi ada deretan baru karang yang menghalangi ombak dengan area untuk berenang. Tidak seperti pantai kebanyakan, tepian pada Pantai Batu Bengkung seolah memiliki tameng atau perisai pelindung dari ombak besar. Mungkin batu karang yang berbentuk melengkung di tepi pantai inilah yang disebut 'Batu Bengkung'.

Area untuk berenang atau mandi cukup luas. Menyerupai sungai kecil di tepian pantai. Tapi, airnya tetep asin yes. Kekeke. Warna airnya kehijauan. Airnya pun tenang. Untuk kedalamannya bervariasi. Jadi, untuk yang bawa anak-anak sesuaikan saja.



Karena berupa kubangan, air dalam lengkungan yang dijadikan sebagai area berenang pun hangat. Tapi, ada juga yang terasa dingin. Di area ini minim pasir. Tapi, ada area berpasir di dekat jalan menuju pulau berbentuk kura-kura. Jadi, buat yang ingin main pasir bisa sesuaikan tempatnya ya.



Di area untuk berenang, kita bisa menemukan baru karang dan kerang-kerang cantik. Sebagian kerang-kerang itu masih ada penghuninya alias masih hidup. Tapi, banyak pula yang sudah tinggal cangkangnya saja. Banyak cangkang bermotif dan berwarna cantik lho! Banyak pengunjung yang sengaja mencari baru karang kecil atau cangkang kerang, eh kok kerang sih! Keong. Banyak pengunjung yang mencari batu karang kecil dan keong untuk dibawa pulang.

Di sekitar area untuk berenang lumayan licin. Jadi, berhati-hatilah. Dan, kalau mau pose di batu karang boleh naik. Tapi, jangan melewati batu karang ke seberang ya. Ombak di balik batu karang amat besar. Berbahaya.







Di Pantai Batu Bengkung ada pulau menjorok ke laut yang kalau diperhatikan bentuknya mirip kura-kura. Ada akses jalan untuk masuk ke dalam pulau. Di dalam pulau pun disediakan tali untuk naik ke puncak pulau. Siapkan fisik dan nyali ya kalau mau naik. Pemandangan dari atas pulau bagus lho!

Kalau mau berkeliling, Anda bisa mendapatkan spot-spot keren untuk berswa foto atau untuk mengambil foto pemandangan Pulau Batu Bengkung. Saya tidak sempat mengabadikan karena tidak membawa ponsel saat berenang. Setelah berenang pun saya tidak berkeliling karena cukup terik. Penjabaran yang saya tulis di atas berdasarkan pengakuan dari salah satu Penghuni Sarang Clover yang berkeliling hingga naik ke atas pulau kura-kura.

Banyak tempat rindang di pinggir pantai karena banyak tanaman pudak (pandan duri) yang tumbuh bergerombol dan lumayan tinggi. Kami menggelar tikar di bawah salah satu gerombolan tanaman pudak. Sedang berbuah lho! Hehehe.




Walau jauh, perjalanan ke Pantai Batu Bengkung sangat memuaskan. Jadi, jangan ragu untuk berkunjung ke Pantai Batu Bengkung saat liburan ke Malang ya!

Oya, di jalur lintas selatan ada jembatan fenomenal bernama Jembatan Bajul Mati. Jembatan eksotis berbentuk setengah lingkaran yang memanjang di jalur lintas selatan. Andai saya minta berhenti, kami bisa berswa foto di dekat jembatan. Saya hanya sempat mengabadikannya dalam video pendek saat perjalanan pulang.





Jembatan Bajul Mati beralamat di Jl. Jembatan Bajul Mati, Umbulrejo, Gajahrejo, Gedangan, Malang, Jawa Timur 65178 (berdasarkan Google Map).

Demikian ulasan perjalanan saya dan keluarga ke Pantai Batu Bengkung. Amazing trip. Bikin ketagihan. Kekeke.

Terima kasih untuk yang sudah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat. Selamat berwisata ^^


Tempurung kura-kura, 07 Juil 2019.
- shytUrtle -







You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews