Waspadai Cuaca Dingin Yang Ekstrim

03:15

Waspadai Cuaca Dingin Yang Ekstrim



Kerja pakek jaket dan kaos kaki hari ini bukan karena kembali ke style waktu masih bergelut dengan GERD seperti 2 tahun yang lalu. Tapi, demi melindungi diri dari hawa dingin yang cukup ekstrim belakangan ini.

Menginjak musim kemarau, suhu di Malang khususnya, dan pulau Jawa pada umumnya memang mengalami perubahan secara drastis. Coba deh Googling, ada penjelasan ilmiah tentang fenomena tersebut.

Di tempat tinggal saya pun terkena dampaknya. Aplikasi cuaca pada ponsel saya pernah menunjukkan angka 10°. Dingin banget. Dinginnya air sedingin lelehan air es.

Kenapa saya memberi judul, Waspadai Cuaca Dingin Yang Ekstrim pada postingan kali ini? Karena saya akan membahas pengalaman mengejutkan yang baru saja saya alami kemarin.

Kalau musim kemarau, nggak ada hujan, udah pasti hawa menjadi dingin. Efeknya yang terlihat adalah kulit kita jadi kering dan kasar. Nggak hanya kulita tangan atau kaki, tapi juga wajah dan bibir. Tapi, bukan itu yang akan saya bahas di sini.

Sejak hari Kamis, cuaca kembali ekstrim. Dinginnya kebangetan. Tapi, alhamdulillah masih fine aja. Bahkan di hari Sabtu yang dinginnya makin menggila, saya masih bisa membabu ria. Keceh air sampai sore.

Hari Minggu seharian bersantai, tapi udah niat mau mandi keramas. Karena cuaca dingin jadi males keramas. Berhubung udah seminggu nggak keramas, bikin jadwal hari Minggu mau keramas. Tapi, suhu dinginnya malah semakin menjadi. Memilih waktu tengah hari untuk keramas. Biar ndak dingin-dingin amat.

Pukul satu siang mulai mencuci baju. Biar ndak dingin. Lalu, lanjut golden monkey bin keramas. Selesai keramas, ada yang aneh. Pandangan saya tiba-tiba blur, badan oleng, mbliyur, kliyengan, gemeteran. Takut jatuh, saya pun memilih duduk. Tapi, malah makin parah. Tubuh menggigil dan semakin tidak bisa fokus.

Sumpah saya takut. Takut pingsan. Beberapa tahun lalu saya pernah pingsan di kamar mandi. Saya takut hal itu terulang. Takut, takut, dan takut. Itu yang saya rasakan. Tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali berdoa. Memohon kekuatan pada Tuhan. Lalu, terlintas dalam pikiran saya yang harus saya lakukan adalah segera keluar dari kamar mandi.

Cari pegangan dan berdiri perlahan. Di dalam hati terus berdoa. Memohon kekuatan. Alhamdulillah berhasil kekuar dari kamar mandi dengan selamat.

Kaki dingin, tangan dingin, seluruh tubuh dingin dan menggigil. Mau berjemur, matahari sudah tidak ada di teras samping. Mau naik ke atap, takut jatuh karena kondisi masih oleng. Fokus juga kurang. Akhirnya saya membenamkan diri di dalam selimut dan memejamkan mata.

Dunia seolah berputar. Pusing bukan main. Seolah kesadaran saya akan hilang. Takut. Saya benar-benar takut. Takut pingsan dan nggak bangun lagi. Sambil memejamkan mata, saya terus berdoa. Meredam ketakutan yang semakin menjadi. Tubuh masih menggigil.

Semakin kacau pikiran saya, sakit kepala semakin menjadi. Ditambah ada rasa mual. Hingga saya tiba pada pemikiran, tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali pasrah. Masih terus berdoa dan berpasrah. Perlahan tubuh saya mulai rileks. Semakin pasrah, semakin rileks. Perlahan suhu tubuh pun meningkat. Saya mulai merasa hangat.

Entah berapa lama saya meringkuk dalam selimut. Ketika suhu tubuh semakin hangat, fokus saya pun mulai kembali. Yang saya pikirkan adalah membuat herbal tea jahe. Tapi, karena kondisi fisik masih lemes, saya hanya mampu membuat segelas air gula hangat. Saya minum perlahan-lahan. Habis satu gelas, saya kembali meringkuk dalam selimut.

Alhamdulillah kondisi semakin membaik. Fokus mulai kembali sepenuhnya. Walau badan masih terasa lemes dan masih ada pusing.

Masih merengkuk dalam selimut, saya berpikir. Ada apa dengan saya? Keramas udah pakai cara siram perlahan dari kaki, lanjut ke lutut, perut, bahu. Berhenti sejenak, biarkan suhu tubuh naik, baru siram kepala. Tapi, kenapa tiba-tiba saya oleng bahkan hampir pingsan?

Mulai curcol ke kakak-kakak senior di grup Anxiety Pelakor. Pastilah saya panik mendapati kondisi tubuh tiba-tiba kayak gitu. Nggak lupa WA kakak sulung saya dan temen saya, Bu Dokter Cantik.

Kata Bu Dokter Cantik, Ai, kemungkinan saya hipotermia.

What?? Hipotermia? Kok bisa? Bukannya itu penyakit orang yang lagi muncak ya? Kok bisa saya kena hipotermia?

"Terkejut badane. Karena Malang lagi adem banget kan ya? Mandinya pakek air anget aja, Mbak. Kaget iku badane. Bukan hanya orang darah rendah, orang darah tinggi pun nek kena dingin ya kaget."

Penasaran, saya Googling tentang hipotermia. Saya membaca artikelnya di sini:
https://www.alodokter.com/hipotermia

Kayaknya beneran hipotermian. Heuheuheu. Lee Noona menyarankan saya untuk cek darah. Agar tahu sebenarnya saya ini kenapa. Makin parno. Heuheuheu. Tapi, saya pikir ada benarnya juga kalau saya periksa. Karena, dari tanggal 01 Juli 2019 kondisi badan emang agak turun.

Hari ini saya memutuskan untuk konsultasi. Saya ceritain semua dan ya kemarin itu saya mengalami hipotermia. Tensi saya rendah, posisi baru kelar menstruasi, kena air dingin ekstrim. Hipotermia deh.

Disaranin kalau mandi pakek air hangat aja. Sebisa mungkin menghindari hawa dingin. Tidak ada obat, tapi boleh konsumsi vitamin. Vitamin penambah darah khususnya. Saya tanya apa perlu cek darah, katanya tidak perlu. Karena, kalau cek darah hasilnya seringnya anemia.

Selain menghindari dingin, disarankan istirahat yang cukup dan jangan sampai dehidrasi. Minum yang hangat dan manis. Teh jahe hangat boleh.

Seharian ini banyakin air minum, makan dengan benar dan tepat waktu, istirahat. Tapi, masih lemes dan pusing. Kena tegur dong karena tadi pagi masih mandi pakek air dingin. Heuheuheu.

Waspadai cuaca dingin yang cukup ekstrim belakangan ini ya. Terutama yang punya kondisi sama kayak saya. Buat diri kita tetap hangat. Jangan terlalu memaksakan diri. Hipotermia menyerang nggak harus kita ke gunung dulu. Karena cuaca dingin yang lumayan ekstrim belakangan, siapapun kita bisa saja terkena hipotermia. Terutama yang tempat tinggalnya di lereng gunung macem saya.

Stay warm and keep safe lovely people 💙

Tempurung kura-kura, 15 Juli 2019.
- shytUrtle -

You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews