Review Korean Movie A Taxi Driver

18:30

A Taxi Driver



From AsianWiki


Profile

Movie: A Taxi Driver (English title)
Revised romanization: Taeksi Woonjunsa
Hangul: 택시 운전사
Director: Jang Hun
Writer: Uhm Yoo-Na, Jo Seul-Ye
Producer: Seo Kang-Ho, Yoon Seo-Young, Park Eun-Kyung
Cinematographer: Ko Nak-Sun
Release Date: August 2, 2017
Runtime: 137 min.
Genre: Based on True Story / Gwangju Uprising
Distributor: Showbox
Language: Korean
Country: South Korea

Plot Synopsis by AsianWiki Staff ©

In May, 1980, German reporter Peter (Thomas Kretschmann) works on assignment in Tokyo, but the news is slow there. He hears from a colleague that something ominous is occurring in Gwangju, South Koea. The phone lines have been completely cut off to the city. Peter decides to go there.

In Seoul, South Korea, Kim Man-Seob (Song Kang-Ho) struggles to make ends meet as a taxi driver, while also taking care of his daughter. He needs money to pay for his rent. At a restaurant, Kim Man-Seob overhears that a foreigner is offering to pay a lot of money to be driven to Gwangju. The drive would cover Kim Man-Seob's rent. He dashes out of the restaurant to pick up the foreigner.

Soon, Peter and Kim Man-Seob head for Gwangju from Seoul. They don't know what is going on there or the countless lives that will soon be lost.

Notes

Based on the true story of German reporter Jürgen Hinzpeter and Korean taxi driver Kim Sa-Bok. Jürgen Hinzpeter covered the Gwangju Uprising, which took place from May 18-27, 1980 in Gwangju, South Korea.

Cast:
- Song Kang-Ho as Kim Man-Seob
- Thomas Kretschmann as Peter
- Yu Hae-Jin as Hwang Tae-Sool
- Ryoo Joon-Yeol as Koo Jae-Sik
- Park Hyuk-Kwon as Reporter Choi
- Choi Gwi-Hwa as undercover military chief
- Um Tae-Goo as Sergeant at checkpoint
- Jeon Hye-Jin as Kang Sang-Goo's mother
- Ko Chang-Seok as Kang Sang-Goo's father

Additional Cast Members:

. Yoo Eun-Mi - Kim Eun-Jung
. Kwon Soon-Joon - Kang Sang-Goo
. Cha Soon-Bae - Taxi driver Mr. Cha
. Shin Dam-Soo - Taxi driver Mr. Shin
. Ryoo Sung-Hyun - Taxi driver Mr. Ryoo
. Park Min-Hee - Lieutenant Colonel Kwon
. Lee Jung-Eun - Hwang Tae-Sool's wife
. Lee Ho-Cheol - Hong Yong-Pyo
. Lee Yong-Lee - Hong Yong-Pyo's mother
. Han Geun-Sub - college student demonstrator 1
. Hong Ahn-Pyo - college student demonstrator 2
. Kim Jung-Soo - Department Head of Seoul newspaper
. Lee Sae-Byul - female college student with rice balls
. Yoo Soon-Chul - elderly farmer
. Koo Sung-Hwan - auto repair shop employee in Suncheon
. Lee Sae Ro Mi - shoe stall owner in Suncheon
. Lee Sol-Gu - street stall customer 1 in Suncheon
. Sung Do-Hyun - soldier at byway checkpoint
. Han Yi-Jin - soldier 2 at unpaved road checkpoint
. Seo Hyun-Woo - Defense Security Command 1
. Jang In-Ho - Defense Security Command 2
. Ryu Abel - dabang coffee shop employee
. Choi Jae-Sup - Seoul taxi driver originally hired to drive to Gwangju
. Oh Jae-Kun - taxi driver 1 in Seoul
. Heo Jung-Do - husband of pregnant woman in Seoul
. Lee Bong-Ryun - pregnant woman in Seoul
. Jo Seung-Yeon - airport employee
. Daniel Joey Albright - rookie reporter
. Moon Tae-Yoo - drunk taxi passenger (year 2003)
. Jung Jin-Young - Reporter Lee (cameo)
. Jung Suk-Yong - auto repair shop owner in Seoul (cameo)
. Ryu Tae-Ho - Gwangju newspaper manager (cameo)
. Kim Min-Hyuk


Pada bulan Mei 1980, reporter Jerman Peter (Thomas Kretschmann) mengerjakan tugas di Tokyo, tetapi beritanya lambat di sana. Dia mendengar dari seorang kolega bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan sedang terjadi di Gwangju, Koea Selatan. Saluran telepon benar-benar terputus ke kota. Peter memutuskan untuk pergi ke sana.

Di Seoul, Korea Selatan, Kim Man-Seob (Song Kang-Ho) berjuang untuk memenuhi kebutuhan sebagai sopir taksi, sementara juga merawat putrinya. Dia butuh uang untuk membayar sewa. Di sebuah restoran, Kim Man-Seob sengaja mendengar bahwa seorang asing menawarkan untuk membayar banyak uang untuk diantar ke Gwangju. Drive akan mencakup sewa Kim Man-Seob. Dia berlari keluar dari restoran untuk menjemput orang asing itu.

Segera, Peter dan Kim Man-Seob menuju Gwangju dari Seoul. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi di sana atau kehidupan yang tak terhitung jumlahnya yang akan segera hilang.



Sedikit nyesel karena terlambat download film keren ini. Sempet liat di web saya biasa download film Korea. Tapi, hanya sekedar dilihat, tanpa ada niat download. Sampai saya melihat postingan salah satu teman Facebook yang membahas tentang film ini. Barulah download dan nonton. Terima kasih Fitra Aulianty untuk review-nya.

Berkisah tentang  Kim Man Seob (Song Kang Ho) seorang duda beranak satu yang bekerja sebagai sopir taksi. Tuan Kim hidup bersama Eun Jung putri tunggalnya yang berumur sebelas tahun. Dalam bekerja, Tuan Kim sering mengalami kesialan; penumpang lupa tidak bawa dompet atau membayar dengan uang kurang.

Suatu hari Tuan Kim terjebak macet karena ada demo mahasiswa. Saat hendak menghindari kemacetan, seorang mahasiswa berlari ke arah mobilnya dan membuat spion mobilnya rusak. Hendak meminta pertanggungjawaban, tapi si mahasiswa malah kabur. Di saat yang bersamaan, Tuan Kim mendapat penumpang sepasang suami istri yang istrinya akan melahirkan. Seperti kesialan sebelumnya, ternyata si suami lupa tidak membawa dompetnya.

Tuan Kim pulang dan mendapati kepala putrinya terluka. Ketika akan melabrak ibu dari bocah laki-laki yang memukul Eun Jung—yang juga pemilik gedung tempat Tuan Kim tinggal—Tuan Kim malah diingatkan soal tunggakan sewa. Gagal melabrak, Tuan Kim balik meminta maaf dan berjanji secepatnya akan melunasi tagihan.



Sementara itu di Jepang, reporter Jerman bernama Peter (Thomas Kretschmann) tertarik dengan isu panas yang beredar tentang Korea Selatan. Tertarik akan isu itu, Peter pun terbang ke Korea.

Di Korea, Peter bertemu dengan Reporter Lee (Jung Jin Young). Reporter Lee memberi sedikit bocoran tentang kondisi di Gwangju. Peter penasaran dan bertekad pergi ke Gwangju. Sayangnya semua akses menuju ke Gwangju ditutup karena situasi darurat. Peter pun tetap berniat pergi dengan menggunakan taksi.



Tuan Kim sedang membetulkan spion taksinya. Lalu, makan siang hanya dengan nasi dan lauk kimchi. Sahabatnya—suami pemilik gedung—mentraktirnya makan. Tuan Kim makan dengan lahap, lalu hendak meminjam uang pada sahabatnya. Di tengah makan siang, keduanya mendengar salah satu sopir taksi yang mendapat bayaran mahal untuk mengantar orang asing ke Gwangju.

Tuan Kim yang butuh uang pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia bertindak curang dengen menyerobot pesanan yang diceritakan rekan sesama sopir taksi. Tuan Kim pergi ke tempat janjian dan di sanalah ia bertemu Peter dan Reporter Lee.

Reporter Lee sempat kaget karena yang datang adalah taksi pribadi, sedang ia pesan taksi perusahaan. Tapi, karena Tuan Kim memaksa, Peter pun masuk ke dalam taksi dan berangkat dengan bersama Tuan Kim. Petualangan keduanya pun dimulai.





Film ini diangkat dari kisah nyata tentang reporter dari Jerman yang diam-diam datang ke Korea untuk meliput kerusuhan di Gwangju. Berkat bantuan seorang sopir taksi, ia bisa berangkat dan kembali dengan selamat dari Gwangju. Reporter itu terus mencari sopir taksi yang menuliskan namanya sebagai Kim Sa Bok. Namun, tidak pernah bertemu karena sang reporter meninggal pada tahun 2016—CMIIW.

Tentang kekisruhan di Gwangju pada Mei 1980 bisa kita cari di Google. Dan, benar adanya. Kisah pahlawan yang seorang sopir taksi muncul dalam pencarian.

Film ini keren! Tuan Kim sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di Gwangju. Ia hanya seorang pekerja keras yang membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Karenanya, ia bertindak curang dan akhirnya sampai pada situasi yang sangat tidak ia duga. Lucu banget Sopir Ajushi ini. Bahkan saat udah sampai di Gwangju, ia pun belum sadar akan situasi genting di kota itu.

Film ini pun bertabur bintang-bintang kenamaan Korea. Ada Ryoo Joon Yeol yang memerankan Koo Jae Sik. Pemuda Gwangju yang pandai berbahasa Inggris. Salah satu pemuda yang turut tewas dalam peristiwa Gwangju.



Selain itu ada Yu Hae Jin yang memerankan Hwang Tae Sool. Sopir taksi lokal yang bersimpati pada Tuan Kim.





Kisah kerusuhan Gwangju ini unik. Para sopir taksi lokal bertindak sebagai ambulans yang mengangkut korban kerusuhan. Bahkan, di situasi genting ketika militer mulai menembaki mahasiswa, para sopir taksi masih beraksi untuk mengangkut korban.

Walau penuh ketegangan, film ini seru untuk ditonton. Terlebih ketika Peter ketahuan pihak militer yang menyusup di antara para demonstran. Kejar-kejaran. Bahkan, Tuan Kim sempat tertangkap dan Peter menyelamatkannya. Pada akhirnya Tuan Kim benar-benar membantu Peter untuk keluar Korea dan kenyataan tentang kerusuhan Gwangju bisa dilihat oleh dunia.

Yang paling bikin saya seneng tuh ada Jung Jin Young Ajushi. Kekeke. Walau jadi cameo doang, saya tetep seneng bisa melihat akting beliau. Terlebih ketika beliau berbicara dalam bahasa Inggris. Keren sekali! Appaable banget deh ajushi satu nih. Apa hubungannya sih, Kura? Kekeke.



Sekian review dari saya. Mohon maaf jika ada salah kata. Terima kasih. Selamat menonton.

Photo by: Hancinema.


Tempurung kura-kura, 21 Juli 2019.
- shytUrtle -





You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews