My Curious Way: Visit Agropolitan Poncokusumo - One Day Tour To Gubugklakah

05:05



My Curious Way: Visit Agropolitan Poncokusumo - One Day Tour To Gubugklakah




Libur telah tiba! Libur telah tiba! Hore! Hore! Hore!

Liburan udah hampir habis baru bikin tulisan. Heuheuheu...

Ini tulisan yang aku janjikan beberapa waktu lalu. Tulisan single tentang desa Gubugklakah. Desa yang dulu sepi, tapi sekarang ramai. Bahkan lebih ramai dari bumi Sarang Clover.
Desa Gubugklakah. Salah satu desa yang berada di kecamatan Poncokusumo. Desa yang saat ini lagi banyak diburu dan digandrungi sebagai tujuan wisata.

Dulu wisata yang dikenal dari desa Gubugklakah hanya Coban Pelangi. Sekarang? Banyak! Perkembangannya pesat. Bahkan lebih pesat dari Poncokusumo-nya sendiri. Nurut aku sih. Maaf kalau salah. Eksplor Poncokusumo baru dari Bedengan aja.

One day tour to Gubugklakah. Kalau ada temen main ke Sarang Clover, trus pengen berwisata. Ajakin aja one day tour to Gubugklakah. Dijamin puas. Nggak bakal kecewa. Pemandangan di desa yang juga menjadi jalur menuju Bromo, Tengger, Semeru itu luar biasa indahnya. Kalau kata Rara kayak di film Kera Sakti. Hehehe. Indah banget. Dijamin bikin ketagihan. Yang udah pernah ke sana pasti pengin ke sana lagi. Like me!!!

Ini one day tour to Gubugklakah ala Kurayui lho ya. Welcome to my curious way!


Inilah rute favoritku untuk menjangkau desa Gubugklakah. Berangkat lewat desa Drigu, Poncokusumo. Kalau lewat jalur ini kita melewati hutan bambu yang hening, rindang, dan sejuk.

Keluar dari hutan bambu, kita bakal disambut pemandangan perbukitan n yang hijau.




Lalu, kita bakal ketemu sama Sedaer River Tubing. Di sini kita bisa mampir untuk sekedar selca. Atau, kalau mau tubing juga bisa. Maaf ya, belum dapet info tentang tarif tubing di Sedaer River Tubing. Tapi, dapet hasil ini pas googling. Semoga bisa jadi panduan :-)
https://republikadventures.wordpress.com/paket-liburan/river-tubing/sedaer-river-tubing/

Katanya, selain tubing bisa ikutan panen selada air aka daer juga--kalau lagi musim panen. Katanya sih ya. Maafin daku yang belum sempet survey lokasi dan nanya-nanya tentang tarif dll. Tapi, tempatnya bagus kok. Udah ada fasilitas toilet juga. Langsung ke lokasi aja. Daku juga pengin tubing. Hiks!






Dari Sedaer, lanjut jalan. Sampai di jembatan yang view-nya bagus juga buat selfie. Hehehe.






Lanjut naik, ketemu hutan bambu lagi. Lalu perkampungan. Kita masuk desa Kunci. Setelah itu ketemu jalan raya, jalan besar lagi. Dan, lanjut naik ke desa Gubugklakah.


 

Di jalur naik menuju desa Gubugklakah, ada petunjuk arah menuju Ledok Amprong Tubing River. Kalau ini aku udah pernah bikin tulisannya. Bisa baca di sini: http://shyturtleyui.blogspot.com/2016/11/my-curious-way-161120-visit-agropolitan.html






Setelah meninggalkan perkampungan di desa Gubugklakah, kita bisa mampir ke rest area. Kalau aku lebih suka naik dulu. Lalu berhenti di satu titik yang disediain buat siapa aja yang mau selca. Pemandangannya bagus. Dulu ada bambu yang dibentuk jadi bangku. Tapi, sekarang udah nggak ada. Udah rusak mungkin karena kehujanan dan kepanasan.


 

Dari titik itu, naik sedikit. Kita sampai di Gunung Sari Sunset. Ke tempat ini masuknya gratis. Nggak ada HTM. Bayar parkir aja Rp. 2000,- untuk motor. Kalau mobil Rp. 5000,- mungkin. Kok mungkin sih? Ya kan aku ke mana-mana naik Jagiya, motor. Bukan mobil. Jadi, nggak tahu tarifnya parkir mobil berapa. Hehehe.














Kenapa namanya Gunung Sari Sunset? Oh, entahlah. Belum mendapatkan informasi. Maksudnya, tidak ada guide (?) yang bisa diwawancara.

Fasilitas di Gunung Sari Sunset ada cafe dan rumah pohon. Tema cafe-nya kayak di Batu gitu. Jadi cafe alam. Trus ada satu rumah pohon yang bebas dinaikin buat selca. Mungkin nanti di sana bakal kayak di mana itu ya. Yang rumah pohonnya bisa disewa buat bermalam. Di Batu ya? Ya, kayak gitu deh. Hehehe. Bagus tempatnya. Tapi, masih berbenah. Beberapa rumah pohon masih dibangun.

Naik lagi. Ketemu Coban Pelangi. Sayang belum pernah turun lagi. Kalau dulu zaman masih muda (?) sering ke sana. Kalau sekarang, masih ragu-ragu. Heuheuheu. Berdasarkam info yang saya dapat. HTM ke Coban Pelangi Rp. 7000,- Fasilitas toilet udah ada. Tapi, di atas. Trus katanya ada fasilitas ojek kuda juga kayak di Bromo.





Mau lanjut naik? Boleh. Kalau aku dulu cuman sampai di gapura Selamat Datang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru aja. Bisa baca di sini: http://shyturtleyui.blogspot.com/2016/11/my-curious-way-touring-161113-mencari.html

Kalau naik terus bisa ketemu (?) Coban Trisula. Atau sekalian aja ke Bromo. Hehehe. Aku trauma sih kalau ke Bromo. Hiks...hiks...hiks...

Turun dari Coban Pelangi bisa mampir ke rest area. Selfie-selfie. Atau beli cilok. Di rest area cukup bayar parkir Rp. 2000,- aja. Fasilitas ada toilet. Yang mau makan juga banyak warung makan. Yang mau foto sama mobil jeep atau hartop. Di sana juga banyak yang parkir. Hehehe.



Kalau mau wisata petik apel. Berdasarkan info yang aku dapat, lokasinya tidak tentu. Jadi, menunggu kebun apel mana yang siap panen. HTM wisata petik apel Rp. 20.000,- per orang. Di dalam bisa makan sepuasnya. Kalau mau dibawa pulang buah apelnya. Per kilo Rp. 20.000,-

Wisata sapi perah Nusa Pelangi. Di sini kita bisa lihat peternakan sapi perah. Dulu masuknya gratis, tis! Sekarang bayar parkir untuk motor Rp. 2000,- Jangan tanya untuk mobil berapa!
Fasilitas di Nusa Pelangi ada area parkir yang luas. Toilet dan mushola. Food court. Yang paling suka dari Nusa Pelangi itu yogurt-nya. Enak banget! Yang mau beli oleh-oleh, ada dijual di food court. Macam keripik buah.










Kalau yang pengin beli apel. Don't worry. Di rest area ada yang jual. Trus di pinggir-pinggir jalan, di depan beberapa rumah warga juga ada. Coba ditawar aja harganya. Sapa tahu dapat diskon. Hehehe.

Perjalanan pulang lewat desa Simpar. Kita bakalan disuguhi pemandangan sungai yang indah. Bagus juga buat selfie. Tapi, kalau lewat sini jangan pas menjelang siang. Nanti nggak bisa selfie karena banyak bidadari yang lagi mandi. Heuheuheu.





Singkat banget ya? Kurang menarik? Hiks...hiks...hiks... Datang aja ke markas Sarang Clover yuk. Nanti aku ajak one day touring ke desa Gubugklakah. Kalau beruntung kita bisa ketemu bule di rest area. Atau ketemu pohon apel yang lagi berbunga putih kayak bunga sakura. Yang pasti bakal kita temui kalay touring ke Gubugklakah di hari Minggu atau hari libur adalah kawanan trail rider dan bikers. Juga rombongan para pendaki.







Well, selamat berlibur. Maaf jika ada salah kata. Maaf jika informasinya kurang lengkap. Terima kasih buat yang udah mau baca.

Tempurung kura-kura, 26 Desember 2016.
.shytUrtle.


You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews