¤ Bilik shytUrtle – Happy 8th anniversary Sarang Clover ¤

07:32



¤ Bilik shytUrtle –  Happy 8th anniversary Sarang Clover ¤


♪♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♪
happy 8th anniversary
゜YY。+゚゚+。Y
Sarang Clover
*☆⌒*
Congratulation
*.:。*゚゚・.。.:*
Still together and remember that we’re not the first but the best
゚+。*゜+。.。:.*.゚ ゚¨゚゚・*:..。o○゚+

       
    



            17 Maret 2014, hari ini ke berapa? Delapan tahun. Wah, berarti udah SD ya? Kalau dihitung-hitung sih udah 15 tahun per tahun 1999, tapi kan resminya 2006. Weh, malah tua, SMP itu ya?




            Dalam perjalanan kemarin sama sekali tak membicarakan tentang rencana untuk mengisi hari ini. Terlalu sibuk dengan mengambil selca kekeke~ Dan ketika mengunggah satu foto ‘kegilaan’ saya ada yang bertanya, “un, sebelah kiri dsemak2 itu mata apaan, ihh serem.” Oh?? Apa yang saya lewatkan?? Kembali ngecek foto dan menemukan entah apa itu. Seperti mata memang. Lalu saya mengatakan pada teman-teman, “mungkin itu Dyrad. Kalian tahu kan? Peri pohon. Bukankah mereka tinggal di hutan bersama pepohonan? Dan saat menunjukan wujud mereka pun berbeda-beda.” Mereka hanya menggeleng pelan dan kembali mengamati foto dalam ponsel saya. Dan ketika saya mengetik ini dan yang sebelumnya sempat melingkari “sesuatu” yang disebut mata itu, saya berpikir apa itu wujud dari Lesovik?


            Kenapa kami jadi membahas ‘penampakan mata’ itu di hari ulang tahun Sarang Clover? Usai pesta makan bakso Cak Sulawi pula. Aigo~ perut kenyang langsung bahas yang horror-horor. Hiks!




            “Hari ini hari Senin apa sih? Kenapa orang-orang begitu menyebalkan dan membuat emosi muncak??” kata teman sekerja saya yang tadi super dibuat emosi sama beberapa pelanggan sampai-sampai saya harus kipasin dia kekeke~




♪♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♪ happy 8th anniversary Sarang Clover +。☆*+.:.*. ¨゚゚・*o☆゚+




            Membuka salam pagi di twitter dan facebook seperti. Namun beberapa menit kemudian…….


i cant do something right with this anger feeling (`)




they didnt do this for surprised party but to broke my good mood this morning. aaarrrggghhh!!! what the hell!!! (҂﹏ ̄)ҧ





            Astaghfirullah… pagi-pagi udah maen ngumpat aja. Senin hari ini bener-bener nguras emosi. Saya mikir, ini yang ultah Sarang Clover kenapa saya dikerjain orang-orang yang bahkan saya nggak kenal sampek kaya gini sih?




            Semalem sempet SMS-an sama Kelinci yang nggak bisa hadir kumpul-kumpul sore tadi karena dia udah balik ke Kediri. Kalo SMS-an sama Kelinci bahas tentang Sarang Clover bawaannya bikin nyengar-nyengir sendiri, tapi ntar kebawa sedih juga. Yeah, kami udah kaya dalam dongeng ‘Kura-kura dan Kelinci’ emang. Paling deket dari zaman kecil ampek segede kingkong begini. Paling banyak ngabisin waktu bersama di markas SC. Ah, jadi inget momen-momen gila sama Kelinci. Momen pas si Kelinci ngambek, ampek kita diem-dieman selama sebulan aigo.. ini mah parah se-X. Momen pas mau dateng ke pembukaan Asian Lover Festival trus nyasar dan kejebak hujan badai di bawah flyover. Momen pas naik sepede gunung trus hujan-hujanan di tengah hutan di bawah pohon berbunga kuning yang indah. Subhanallah. Saya kangen sama itu semua.


            Tradisi kalo deket Sarang Clover mau ultah itu buka-buka buku tua kami. Jadi inget zaman suka manggung nampilin kegajean khas kita yang sempat di pandang sebelah mata, di olok namun sekaligus juga dipuji. Masa kejayaan itu selalu bikin senyum sendiri pas buka buku biru usang Sarang Clover.


Kemaren setelah hiking, waktu ngumpul singkat sempet nawarin temen-teman mau gimana acara hari ini, beli tart apa gimana. Apa manggil Cak Sulawi aja pesta baso rame-rame. Voting lebih banyak milih pesta baso Cak Sulawi daripada beli tart dan kue-kue manis seperti tahun lalu. Dingin-dingin sih emang enak baso ya. Apalagi beberapa hari ini hawa di sini dinginnya minta ampun. Akhirnya deal acara kumpul-kumpul makan baso Cak Sulawi jam lima sore waktu Sarang Clover.




Siang hari kembali hujan badai. Anginya sumpah mengerikan. Setelah agak reda, saya ditemenin Thata nekat ke rumah cak Sulawi walau mendung masih menggantung. Kalau nggak dikasih tahu dulu khawatirnya Cak Sulawi nggak jualan dan kami udah terlanjur ngumpul. Walhasil pulang kehujanan, tapi untung hujan ringan nggak pakek angin kenceng.


Sambil nunggu cak Sulawi, ngumpul sambil nyelimutin kaki rame-rame. Sumpeh dinginnya minta ampun. Ah jadi inget pas di Sarang Clover dipakek buat gelar acara nikahan, kami ngumpul dan begadang. Ada saya, Dree, Jeff, Witch dan Siwi. Begadang sampek pagi. Karena cuman ada satu selimut kala itu, akhirnya jam setengah empat pagi kami memutuskan tidur sejenak dengan posisi membuat lingkaran dimana kaki kami berkumpul di tengah di dalam balutan satu selimut. So sweet moment īĬīĬīĬīĬīĬккƨs ssƨ...(-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡)


Cak Sulawi pun datang dan kami berpesta. Selain pesta baso, ada kompetisi kecil menemukan molen rasa cokelat dan saya tak beruntung dengan rasa coklat dari molen mini itu heuheuheu. Lalu ada juga kompetisi makan mie beteng setan yang pedesnya super dah. Untuk kompetisi ini bisa bertahan sampai akhir yey!!! ƪ(٥´`٥Semoga perut saya baik-baik saja esok karena hari ini tak terisi nasi sama sekali namun justeru kemasukan makanan super pedas-pedas itu (˘ʃƪ˘)




Sekali lagi happy 8th anniversary Sarang Clover. Tetaplah Berjaya walau tanpa papan nama yang menunjukan kau ada (´`)


Sekian dan terima kasih. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kalimat yang kurang berkenan dalam tulisan ini.

-shytUrtle_yUi-



tempurung kUra-kUra, 17 Maret 2014.

shytUrtle

ini nie yang sempet jadi obrolan panas sehabis pesta baso ^___^ 

You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews