Saturday, 11 January 2020

Hati-hati Penipuan Berkedok Giveaway!

Hati-hati Penipuan Berkedok Giveaway!


Kenapa tulisan di awal tahun 2020 malah tentang penipuan? Karena awal tahun 2020 ini saya kena tipu.

What??

Iya. Beneran. Lucu ya? Ini bukti bahwa saya hanya manusia biasa yang tidak lepas dari khilaf. Kekeke. Ya lucu sih emang. Saya juga sempat menertawakan diri saya sendiri waktu menyadari bahwa saya kena tipu.

Di markas Sarang Clover saya termasuk golongan orang yang sedikit lebih teliti dibanding penghuni yang lain (sebut saja kakak perempuan saya. Kekeke. Piss yo Mbak!), Karena pernah ada yang kena tipu secara online dengan modus jualan. Sejak kejadian itu saya menjadi lebih hati-hati ketika berbelanja online.

Sebelumnya saya sudah membuat postingan berisi permintaan maaf di Facebook. Tapi, Youn Noona bilang, dijadiin artikel aja dan di pos di blog. Siapa tahu informasinya bermanfaat. Saya pikir oke juga idenya. Jadilah saya juga membuat tulisan tentang penipuan yang kami alami.

Baiklah! Saya akan membagi pengalaman saya dan Youn Noona yang mengalami penipuan dengan kedok giveaway. Saya mengetahui adanya giveaway berupa bagi-bagi 10.000 hijab gratis dari Youn Noona.

Sebelumnya saya tidak pernah tertarik pada giveaway non buku, tapi karena Youn Noona yang bagiin saya jadi tertarik. Bukan tanpa alasan, Youn Noona adalah Master Giveaway di mata saya. Pernah kami bertarung dalam giveaway album Wanna One (kalau tidak salah ingat ini), doi menang. Pokoknya sepak terjang Youn Noona di dunia per-giveaway-an tidak bisa dianggap remeh.

Saya pun mampir ke web-nya dan ternyata hijabnya cantik-cantik. Ada yang warna hitam, langsung kepincut dong! Saya pun melakukan semua persyaratan untuk mengikuti giveaway, masukin data, pilih hijab, sampai mendapat kode untuk mendapatkan hijab gratis. Udah beres! Tinggal transfer ganti ongkos kirim sebesar Rp. 28.000,-

Sebenarnya giveaway dengan model ganti ongkir atau ongkos kirim saja itu sudah banyak. Saya pernah mendapatkan buku dan poster Kpop dari giveaway model seperti ini. Jadi sampai saya mendapat email untuk transfer pun saya belum curiga. Cuman dalam hati ada bisikan, Jangan transfer. Anehnya ini otak, Nggak papa dicoba aja. Cuman dua puluh delapan ribu aja kok. Murah.

Menjawab keraguan, saya pun menghubungi Youn Noona. Ternyata Youn Noona pun belum transfer. Tapi, dia dapat informasi dari temennya bahwa hijab akan mulai dikirim pada tanggal 2 Januari 2020. Tapi, masih ada ganjalan di hati. Cuman saya nggak tahu apa. Akhirnya yo wes lah transfer aja. Bismillah. Sayang pun mentransfer uang sebesar Rp. 28.000,- ke rekening yang sudah dikirim via email.

Habis itu, udah. Nggak ada konfirmasi uang udah masuk atau sejenisnya. Cuman otak saya menepis keraguan yang mulai muncul dengan menarik kesimpulan mungkin emang sistimnya demikian. Baiklah! Mari kita tunggu. Saya lupa besoknya atau hari itu juga, Youn Noona menghubungi saya. Bilang udah transfer juga dan rada nggak sreg karena nggak ada email konfirmasi lagi. Tapi, kemudian kami sepakat menunggu.

Kenapa saya menerima begitu saja informasi bahwa barang akan dikirim pada tanggal 2 Januari? Karena saya ikutan giveaway pada bulan Desember akhir. Online shop tempat saya bekerja juga sudah close order di akhir Desember demi menghindari keterlambatan barang karena mendekati libur tahun baru. Akhir tahun kan pesta buat para pengguna fasilitas toko online. Banyak diskon gede-gedean. Udah pasti pengiriman rame. Toko online tempat saya bekerja juga buka mulai tanggal 2 Januari 2020. Menurut saya informasi yang diberikan pihak penyelenggara wajar dan normal.



Saking sibuknya tugas di akhir dan awal tahun, saya pun lupa dengan giveaway hijab. Hingga pada tanggal 9 Januari kemarin tiba-tiba teringat. Saya sempat membahas tentang Iffah Hijab selaku penyelenggara event giveaway dengan Youn Noona. Bahasannya adalah saya menduga Iffah Hijab dari luar negeri, dari Malaysia karena bahasa dalam web-nya ada rasa-rasa Bahasa Melayu. Berpegang pada bahasan ini pula kami sempat berkeyakinan bahwa barang akan dikirim dari Malaysia. Tapi kok ongkirnya murah banget? Kami membuat kesimpulan bahwa, Iffah Hijab buka cabang di Indonesia. Karena itu bagi-bagi hijab gratis.

Oi. Hijabnya udah dateng?

Saya mengirim pesan pada Youn Noona via WhatsApp. Katanya, belum. Tapi, Youn Noona masih berpikir positif dengan menambahkan pesan, Apa tanggal dua dikirim dari Malay?

Pesan berikutnya berisi screenshot yang bikin saya auto membalas, Lha? Nipu?

Berikut screenshot-nya.

Penasaran, saya pun mencari informasi di Facebook dan ya... menemukan postingan konfirmasi serupa di Indonesia. Bahwa Iffah Hijab adalah web milik scammer atau penipu. Saya terbengong selama beberapa detik, lalu menertawakan diri saya sendiri. Oalah! Kok iso aku ketipu?

Nominalnya memang tidak seberapa. Hanya Rp. 28.000,- saja. Tapi, bayangkan jika benar-benar ada 10.000 orang yang ikutan giveaway dan mentransfer uang ongkir. Totalnya Rp. 280.000.000,-
Itu kalau misal dari pulau Jawa saja. Misal dari 10.000 orang yang ikutan ada yang dari Sulawesi dan Kalimantan yang ongkirnya ditarget Rp. 38.000,- dan Rp. 34.000,- udah berapa duit? Auto kaya scammer-nya.

Niat banget nyari duit ya. Bikin web dan segala macam. Katanya emang beberapa sempet ada yang dapet. Modusnya buat narik korban yang lain kali ya. Trus ada yang nelusurin rekeningnya katanya udah close.

Dan yang paling bikin saya menertawakan diri saya sendiri adalah informasi penipuan di Malaysia disebar pada 15 Desember 2019 dan di Indonesia pada 20 Desember 2019. Artinya, jika pada tanggal 24 Desember 2019 itu sebelum ikutan giveaway saya nyari informasi dulu, duit 28 rebu saya bakalan selamat. Kekeke. Tapi yang namanya apes ya nggak bisa ditolak atau dihindari kan? Udah takdirnya.




Lagian ini otak logikanya mana? Bagi-bagi 10.000 hijab gratis. Sedang harga hijab-nya 200 rebuan. Apa ndak bangkrut owner-nya? Emboh maneh lek seng nduwe produke sultan. Sultan mah bebas duitnya banyak. Kekeke. Logikaku hilang karena tergiur gratisan dan baru balik setelah sadar kena tipu.

Menurut saya ini bukan perkara kurang amal atau kurang sodakoh ya. Ini bukti bahwa kita hanya manusia biasa yang bisa khilaf. Saya nulis begini bukan berarti amal saya udah banyak. Tidak! Hanya kurang setuju aja kalau kena tipu dikaitkan sama kurang amal. Saya juga kurang setuju dengan komentar, ya udah anggep aja amal. Amal kok ke penipu! Alih-alih amal, saya lebih suka menyebutnya sebagai anggep apa nylawat.

Karena takut ada teman FB yang ikutan giveaway gara-gara saya bagi infonya, saya pun segera saja membuat postingan meminta maaf. Ternyata benar! Ada yang hampir ikutan. Untungnya masih hampir ikutan dan berujung nggak jadi ikutan. Saya lega. Cukup saya dan Youn Noona--dan satu teman Youn Noona--saja yang tertipu.

Tulisan ini saya buat setelah saya dan Youn Noona melakukan penelusuran bahwa Iffah Hijab ini memang akun penipu dan sudah banyak korbannya. Kami tidak ingin ada korban lagi seperti kami. Peristiwa ini jadi pelajaran buat saya dan Youn Noona. Semoga kami, kita jadi lebih berhati-hati berikutnya. Tidak mudah tergiur pada giveaway-giveaway yang menggiurkan. Aamiin....

Sekian sharing saya. Maaf jika ada salah kata. Semoga bermanfaat.

Tempurung kura-kura, 11 Januari 2020.
- shytUrtle -


4 comments:

  1. Makasih artikelnya, bermanfaat banget...
    aku termasuk org yg pilih2 kalo ikut giveaway, bukan apa2 seh cuma itu kdg yg bikin GA gak jelas apalagi gak d kasih tanggal/deadline ato deadlinenya harus nunggu sekian ribu followers ato deadline nya sktar 1-3bulan...
    bbrp kali coba ikut GA dan ada jga yg dapat, dari GA makanan, buku, dll...
    ada baiknya search lebih detail ttg yg jd sponsor/penjual yg bikin GA dlu sebelum ikutan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi pelajaran banget buat saya itu Kak. Hehehe. Padahal biasanua ndak tertarik ama GA model gitu. Lagi apes juga kali ya.

      Delete
  2. Ah gatau.. tp makasih bangettt
    Ga nyesek sih, tp bener bgt ga jalan logikanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia. Hati udah bilang jangan tapi otak bilang gak papa ah coba aja. Apes emang ndak isa dihindari. Hehehe.

      Delete