¤ HWASEONG ACADEMY -Love, Music and Dreams- (화성 아카데미-사랑, 음악과 꿈-) ¤

05:19

¤ HWASEONG ACADEMY -Love, Music and Dreams- (화성 아카데미-사랑, 음악과 꿈-) ¤

 

. Judul: Hwaseong Academy ‘Love, Music and Dreams’
. Revised Romanization: Hwaseong Akademi ’salang, eum-aggwa kkum’
. Hangul: 화성 아카데미’사랑, 음악과 꿈’
. Author: shytUrtle_yUi
. Rate: Serial/Straight
 
 
Episode #18
Bazar sukses di gelar. Kini hanya menunggu puncak perayaan yaitu pentas seni yang akan di gelar menjelang malam di aula utama. Beberapa pengunjung bertahan di area Hwaseong Academy menunggu acara pentas seni.
Myungsoo berjalan menuruni tangga sambil membawa tumpukan kardus. Ini terlalu berat untuknya hingga Myungsoo sedikit kesulitan. Sa’at sampai di tangga terbawah, Myungsoo hampir terjatuh hingga membuat kardus-kardus itu jatuh berantakan. Hyuri yang tak sengaja lewat ingin bersikap acuh, namun ia tak bisa dan menghampiri Myungsoo. Hyuri membantu Myungsoo merapikan kardus-kardus yang berisis kostum itu. Myungsoo sedikit kaget di buatnya namun ia diam dan membiarkan Hyuri membantunya.
“Kau mampu membawa semuanya sendiri?” tanya Hyuri. “Mau aku bantu? Eum, ya sudah jika tidak mau.”
“Song Hyuri!”
Akhirnya Hyuri membantu Myungsoo membawa kardus ke kelas yang di sediakan khusus untuk ruang tunggu tim Viceroy.
“Aku letakan di sini.” Hyuri meletakan kardus-kardus itu di dekat pintu.
“Song Hyuri.”
“Nee?”
“Gomawo.” Myungsoo tersenyum tulus. Senyuman yang sangat manis yang baru pertama kali ini Hyuri melihatnya. Hyuri terdiam dan terpana. Tiba-tiba jantungnya berdetub kencang hanya karena senyuman itu.
“Nee, aku pergi.” Hyuri bergegas pergi. Hyuri menghela nafas dan menggelengkan kepala.
-------
“Ai dimana?” tanya Jaejoong sa’at sampai di ruang kelas untuk tim YOWL.
“Dia belum kemari. Mungkin masih membereskan stan kelasnya. Kibum dan Wooyoung juga belum kemari.” Jawab Jaejin.
“Ya, Jaejoong~aa! Kau baik-baik saja?” tanya Minhyuk.
“Apa aku terlihat buruk?” Jaejoong balik bertanya.
“Kau kalah dari Hanbyul, itu mengejutkan.” Sahut Wonbin.
“Itu...” Jaejoong menggaruk kepalanya.
“Kalian siap untuk pertempuran terakhir?” Gahee menyela.
“Nee.” Jawab keempat member YOWL kompak.
“Bagus! Fujiwara, dia dimana?”
“Dia belum kemari. Dia benar-benar jadi sorotan hari ini.” jawab Jaejin.
“Kimono itu? Aku melihatnya, dia sibuk sekali melayani permintaan foto bersama.”
“Bagaimana yang lain?” tanya Jaejoong.
“Jangan khawatir. Tim rahasia YOWL juga sudah siap. YOWL, hwaiting!” Gahee menyemangati.
-------
Ai masih memakai kimono. Ia berputar-putar berjalan kesana-kemari. Sejak acara di buka, Ai tak melihat Junki. Kali ini ia berkeliling sekolah untuk mencari Junki. Ai ingin bertemu Junki. Ia ingin Junki melihatnya dalam balutan kimono. Ini kesempatan yang di miliki Ai untuk menunjukan pada Junki bahwa ia juga bisa berdandan layaknya gadis normal pada umumnya. Ai berkeliling namun tak menemukan Junki di tempat guru itu biasa berada. Ai menghentikan langkahnya. Berkeliling dengan memakai kimono plus alas kaki khas Jepang itu benar membuatnya lelah. Ai pun duduk sejenak.
“Akhirnya kau berhenti juga.” Suara Hanbyul membuyarkan lamunan Ai. Hanbyul tersenyum berjalan menghampiri Ai lalu duduk di samping gadis itu. “Aku lelah mengikuti mu kesana kemari, berputar-putar.”
“Untuk apa kau mengikuti aku? Aa, kau... penguntit?”
“Ini, minumlah!” Hanbyul menyodorkan tangan memberikan sebotol air mineral. “Kenapa? Kau tidak percaya pada ku? Air ini air mineral murni, tidak ada campuran apa-apa. Lihat, wajah mu memerah dan kau berkeringat.”
“Gomawo.” Ai mengambil botol itu dan meneguk separuh isinya. “Kenapa kau mengikuti aku?”
“Kau sendiri kenapa berputar-putar kesana-kemari seperti itu?”
“Bukan urusan mu!”
“Aku ingin foto dengan mu.”
“Mwo??”
“Ah. Song Hyuri!” panggil Hanbyul pada Hyuri yang sedang berjalan sendiri. Hyuri menoleh dan Hanbyul segera menghampiri keduanya.
“Apa yang kalian lakukan berdua disini?” tanya Hyuri heran melihat Ai duduk berduaan dengan Hanbyul.
“Kau sendiri kenapa berjalan-jalan sambil membawa kamera? Seperti penguntit saja.” Ai balik bertanya.
“Ya! Aku ini tim wartawan sekolah!” Hyuri kesal. “Ada apa memanggil ku?”
“Tolong foto kami.” Hanbyul berdiri dan menyerahkan ponselnya.
“Em.” Hyuri mengambil ponsel Hanbyul dan menatap Ai. “Ai!” panggilnya. “Ini momen langka. Wajar jika banyak orang yang ingin foto dengan mu.”
“Momen langka?”
“Iya. Kau berdandan demikian ini. Mungkin hanya hari ini saja kami melihatnya.”
“Kau benar! Aku pelayan Hwaseong Academy sekarang!” Ai bangkit dari duduknya dan berdiri di samping Hanbyul.
Hyuri mengambil beberapa foto Ai dan Hanbyul. Ia tersenyum melihat dua makhluk yang terlihat baik bersama seperti ini.

“Aku akui kau sangat cantik Ai-chan. Walau kau bukan orang Jepang asli tapi kau sangat cocok memakai kimono. Kau pasti juga cantik sa’at memakai hanbok. Aku ingin melihatnya....” Yoojin melayang-layang di depan Ai. “Tapi kenapa kau murung? Harusnya kau senang karena hari ini kau menjadi the most wanted girl di sekolah.”
“Most wanted girl?? Ish! Seharian berputar-putar, aku tak menemukan Lee Junki Songsaengnim. Aku ingin sekali Beliau melihat ku dengan kostum ini.”
“Ai-chan. Kau menggelikan. Lucu mendengar mu dengan harapan konyol itu. Jadi, kau benar menyukai guru berkacamata itu?”
“Entahlah. Yang pasti perasaan ku sa’at ini sangat tidak baik. Aku merasa hal buruk akan menimpa ku.”
“Ssh! Jangan berkata begitu! Hari ini adalah final battle antara YOWL dan Viceroy. Katakan hanya hal baik saja, simpan yang buruk!”
“Aku membagi apa yang aku rasakan, katanya itu bisa menolak kesialan.”
“Ha?? Benarkah?”
“Aku pergi.”
“Ai-chan! Fighting!!” Yoojin menyemangati dan Ai tersenyum tulus menganggukan kepala.

Dalam perjalanannyua menuju ruang tunggu untuk YOWL, Ai berpapasan dengan Jinwoon. Jinwoon heran melihat Ai masih memakai kimono dan ia menghentikan langkahnya. Ai melewati Jinwoon lalu ikut berhenti. Ai membalikan badan dan tersenyum pada Jinwoon.
“Terima kasih untuk kadonya.” Kata Ai.
“Oh... iya...” Jinwoon salah tingkah.
“Aku sendiri yang menemukannya, satu di antara banyak kiriman kado itu.”
“Kenapa kau masih memakai kimono?” Jinwoon mendekati Ai.
Jinwoon menatap Ai yang terdiam menatapnya. Jinwoon tiba-tiba memeluk Ai membuat gadis itu terkejut. Jinwoon mendekap Ai selama beberapa detik. Tanpa di ketahui keduanya seseorang melihat hal ini dan mengambil gambar Jinwoon memeluk Ai dalam ponselnya. Jinwoon melepas pelukannya dan tersenyum menatap Ai.
“Berjuanglah! Aku menunggu kejutan selanjutnya, dari mu.” Jinwoon tersenyum tulus dan mengelus kepala Ai.
“Gomawo, Oppa.”
Jinwoon tersenyum lebar mendengarnya dan mengangguk.
***
Beberapa wali tampak menghadiri puncak perayaan Hwaseong Festival sore menjelang malam ini. aula utama telah di buka. Jinyoung dan Hyunjung hadir di temani Euichul. Ketiganya duduk di tribun penonton bersama wali murid yang lain. Minki sibuk membantu YOWL di ruang tunggu tim YOWL. Di ruang tunggu Viceroy, kesibukan yang sama juga terlihat. Nyonya Shin datang di temani Ibunda Hyuri dan Joongki. Beliau terlihat sangat puas dengan tata panggung dan semua persiapan pentas seni. Sa’at semua perhatian terfokus pada aula utama, Gahee di bantu Moonsik, diam-diam membawa tim rahasia YOWL masuk ke ruang tunggu YOWL.
Jaejoong bergegas keluar untuk memenuhi panggilan Youngduk. Jaejoong terkejut ketika ia sampai di tempat yang di sebutkan Youngduk. Disana Youngduk sudah menunggunya bersama kedua orang tuanya, ayah kandung Jaejoong dan ibu kandung Youngduk yang tak lain adalah ibu tiri Jaejoong. Jaejoong menghela nafas dan berjalan mendekati ketiganya. Jaejoong terdiam di depan kedua orang tuanya. Ia tak tahu harus merasa senang atau sedih. Tuan Kim mendekati Jaejoong lalu memeluk putra semata wayangnya itu. Lalu gantian ibu kandung Youngduk, ibu tiri Jaejoong memeluknya. Menyadari ada pertemuan keluarga itu, Ai menghentikan langkahnya dan memperhatikan dari jauh.
“Mereka datang untuk memberi dukungan?” Ai menghampiri Jaejoong setelah Youngduk dan kedua orang tuanya pergi.
“Aku harus merasa senang atau yang lain?”
Ai tersenyum lalu memeluk Jaejoong. “Kau harus merasa senang, karena itu akan menjadikan kita merasa baik.”
Jaejoong menghela nafas dan mendekap Ai dalam pelukannya.  Sejenak rasa resah itu hilang dan Jaejoong merasa tenang. Pelukan hangat Ai meredam semua kekacauan yang berkecamuk dalam diri Jaejoong.
-------
Di atas panggung, panitia telah membuka acara. Kepala Sekolah Hwaseong Academy memberikan sambutannya. Nyonya Shin juga di beri ruang dan waktu untuk berbicara di atas panggung. Usai sambutan dari para petiggi Hwaseong Academy, pertunjukan pembuka pun di gelar. Karena merasa bosan menunggu, YOWL pun keluar untuk menyaksikan penampilan di atas panggung. Viceroy juga keluar bersama Red Venus. Mulai dari cover song solo, grup, cover dance dan drama singkat satu per satu di tampilkan oleh murid-murid Hwaseong Academy. Sesekali Hanbyul melihat ke arah Ai. Tak ia tersenyum sendiri sesudahnya. Myungsoo yang menyadari hal itu tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Tiba giliran Stardust untuk tampil. Ai turut bertepuk tangan memberi dukungan membuat Red Venus menatapnya sengit. Keempat member Stardust naik ke atas panggung. Penonton bersorak untuk mereka.
“Untuk seseorang yang sangat menyukai lagu ini,” kata Jinwoon, “Coldplay-Speed Of Sound.”
Mendengarnya penonton jadi sedikit ribut. Ai tersenyum sendiri. Jaejoong merangkul Ai, ikut tersenyum dan terlihat membisikan sesuatu pada Ai yang segera mengangguk. Begitu juga member YOWL yang lain, mereka sumringah menatap panggung. Viceroy dan Red Venus memperhatikan tingkah YOWL. Soojung bertanya-tanya dalam benaknya sendiri, apakah lagu ini untuk Ai? Ia kemudian menatap Ai yang terlihat sangat bahagia melihat ke arah panggung. Hanbyul sedikit cemberut melihat ekspresi Ai. Benarkah Ai memang punya hubungan khusus dengan Jinwoon? Tanya di benak Hanbyul.
Jonghyun mulai memainkan keyboard-nya. Jinwoon menyanyikan ‘Coldplay-Speed Of Sound’ untuk Ai. Melihat ekspresi YOWL, membuat Viceroy juga Red Venus makin bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di antara mereka. Stardust tampil atraktif membawakan tiga buah lagu dimana satu lagu adalah ciptaan Stardust sendiri. Ai di buat terpesona oleh kemapuan Joonghun memainkan gitar. Menurutnya itu sangat keren. Ketika Stardust menampilkan ‘Muse-Time Is Running Out’ ada grup dance yang mengiringi penampilan mereka semakin mempercantik sajian Stardust yang tak memiliki patner ‘Be My Star’.

Red Venus membuka penampilan kubu Viceroy dengan membawakan lagu ‘Lene Marlin-Unforgivable Sinner’. Jieun masih menjadi vocal utama dan memainkan gitar akustiknya yang semakin membuatnya mirip dengan Lene Marlin. Ai tersenyum menikmati penampilan Jieun. Tatapannya hanya terfokus pada gadis itu, tidak pada member Red Venus yang lain. Sementara itu Jaejoong yang biasanya selalu memperhatikan Yiyoung malah asik menatap Ai yang berdiri di sampingnya. Ia ikut tersenyum melihat ekspresi bahagia Ai.
Selanjutnya Viceroy naik ke atas panggung membuat suasana dalam aula berubah riuh. Chaerin tetap tinggal di atas panggung dan bersiap duet dengan Hanbyul. Hanbyul menatap Ai yang berada di bawah panggung lalu ia tersenyum. Jaejoong kembali di buat kesal karenanya. Byunghun mulai memainkan keyboard-nya dan inilah duet Hanbyul dan Chaerin menyanyikan ‘Evanescence-Bring Me To Life’. Ai teringat pada sms Hanbyul malam sebelumnya. Hanbyul ingin menyanyikan lagu ini bersama Ai?
Suasana hingar-bingar musik memenuhi aula utama. Penonton ikut bergoyang, melompat mengikuti alunan musik. Di atas panggung Ai dan Hanbyul bersama menyanyikan lagu Bring Me To Life dengan atraktifnya.
Ai menggelengkan kepala dan mendapatkan kesadarannya kembali. Ia menatap panggung dan di sana masih berdiri Viceroy feat. Red Venus Chaerin. Ai mengerjapkan kedua matanya lalu kembali menggelengkan kepala.
Usai menunggu selama beberapa detik, Viceroy kembali bersiap untuk penampilan puncak mereka. “Ladies and gentlemen, here we are, The Summer Harmony of the King and the Queen, Viceroy and Red Venus.” Suara Youngduk menggema di antara gelapnya panggung. Penonton penasaran, apa yang akan di tampilkan Viceroy dan Red Venus berikutnya?
Lampu panggung menyala. Alunan musik bernuansa khas kerajaan Inggris mengalun. Myungsoo berjalan memasuki panggung sambil menggandeng Yiyoung. Di belakangnya berjalan Gyuri dan Byunghun, di susul Sunghyun dan Soojung juga empat pasangan lainnya. Mereka memakai kostum bangsawan Inggris semakin mendukung gelar mereka raja dan ratu Hwaseong Academy. Intro lagu ‘STEPS-It’s The Way You Make Me Feel’ terdengar ke seluruh sudut aula utama. Tiga pasangan Viceroy dan Red Venus ini bernyanyi dan menari berpasangan di bantu empat pasangan lainnya. Para pria tampak sangat tampan sedang para gadis terlihat anggun menari sambil membawa kipas.

“Mereka juga bisa menari?” komentar Minhyuk.
“Itu meniru versi asli dari STEPS,” kata Jaejin.
“Kita juga meniru.” Sahut Ai. “Tugas orang yang sudah lebih dulu terkenal adalah...”
“Menginspirasi orang yang akan terkenal, seperti kita.” Potong Jaejin.
“Em! Kau sudah hafal sepertinya.”
Mendengarnya Jaejin hanya nyengir. Wonbin menyikut Ai agar memperhatikan Jaejoong. Ai, Jaejin dan Minhyuk kompak menatap Jaejoong. Jaejoong tak berkedip menatap panggung sambil senyum-senyum sendiri.
‘Yiyoung, Yiyoung,’ gerak bibir Jaejin tanpa suara.
Jaejoong menatap panggung sambil terus tersenyum sendiri. Ia membayangkan dirinya dan Ai menari berpasangan di atas panggung menyanyikan lagu It’s The Way You Make Me Feel. Jaejoong membayangkan itu YOWL lengkap dengan kostum ala bangsawan Inggris menari berpasangan dan bernyanyi. Jaejoong tersenyum makin lebar. Kesal melihat ekspresi Jaejoong, Minhyuk langsung menjitak kepala Jaejoong.
“Aw!” pekik Jaejoong mengelus kepalanya. “Ya! Kang Minhyuk! Apa-apa’an kau ini?! Sakit tahu!” Jaejoong bersungut-sungut sementara itu rekan-rekannya malah tertawa puas.
“Kau kenapa senyum-senyum begitu?”
“Aaa, kau memikirkan sesuatu tentang Yiyoung?” goda Jaejin.
“Aniya!” bantah Jaejoong sambil melirik Ai.
“Iya pun tak apa. Dasar otak kotor!” olok Minhyuk.
“Ya! Aku tak seburuk itu!” Jaejoong tak terima.
“Mereka bak putri dan pangeran, cocok dalam kostum itu.” Ai menatap panggung.
Jaejoong tersenyum menatap Ai.’Kau adalah putri yang sebenarnya, Jung Jiyoo.’ Batin Jaejoong.

Penonton riuh ketika Yiyoung dan Myungsoo berhadapan menyanyikan bagian H dan Lisa. Keduanya terlihat sangat mesra membuat penonton makin histeris. Melihat aksi panggung itu, Minhyuk dan Jaejin kompak menggoda Jaejoong.
Lampu panggung kembali padam. Penonton kembali di buat penasaran. Setelah menunggu beberapa detik, lampu kembali menyala. Byunghun dan Soojung sudah berada di atas panggung dan sudah berganti kostum. Keduanya melakukan percakapan singkat ala seperti dalam intro lagu ‘Backstreet Boys-The Call’. Penampilan terakhir dari Viceroy dan Red Venus minus Jungshin, Minhwan dan Jieun. Viceroy menyanyikan lagu dari ‘Backstreet Boys-The Call’ dan Red Venus menjadi couple dance mereka. Para pendukung Viceroy dan Red Venus makin histeris dan di buat terpesona oleh penampilan sang idola. Sambutan pada tim Viceroy sangatlah meriah.
-------
Di belakang panggung YOWL berkumpul. Ai kembali terlihat lesu. Ia memperhatikan sekeliling namun tetap tak menemukan Junki. Ponsel Ai berdering dan sebuah SMS memasuki inbox-nya.
From Jang Hanbyul: Fighting! Aku menunggu kejutan dari mu dan YOWL. Berjuanglah! Fighting!!!
Ai tersenyum usai membaca pesan dari Hanbyul.
“Anak-anak, kalian sudah siap?” Junki tiba-tiba muncul membua Ai tersenyum lebar. Ai segera bergabung dengan Junki dan keempat member YOWL. Junki tersenyum tulus pada Ai da meraih tangan gadis itu, menggenggamnya. “Ayo, kita berdo’a.” Ajak Junki yang menggandeng Jaejoong pada tangan kanannya dan Ai pada tangan kirinya.
Minki, Kibum, Wooyoung dan Yongbae turut bergabung dalam lingkaran YOWL dan berdo’a bersama. Minki dan Kibum memeluk satu per satu member YOWL memberikan dukungan. Wooyoung juga ikut melakukannya dan tiba pada giliran Ai, ia terlihat canggung. Ai tersenyum dan Wooyoung pun memeluknya.
Jaejoong terlihat sangat gugup. Ai menangkap ekspresi yang sama pada Minhyuk dan Jaejin juga Wonbin yang biasa bersikap paling tenang. Ai meraih tangan Jaejoong dan menggenggamnya. Jaejoong menoleh dan Ai tersenyum manis. Jaejin kemudian menggenggam tangan kiri Ai dan iut tersenyum. Kelima member YOWL ini bersiap naik ke atas panggung.
“Ladies and gentlemen, welcome, Summer Windmill, YOWL.” Suara Junki muncul.
Kelima member YOWL naik ke atas panggung. Minhyuk duduk di balik drum, Jaejin siap dengan bass-nya, Wonbin dengan gitar akustiknya, Ai di balik keyboard dan frontman Jaejoong juga sudah siap dengan gitar elektriknya. Lampu panggung kembali menyala. Semua mata langsung tertuju pada panggung. Jaejoong menelan ludah melihat begitu banyaknya penonton di depannya.
“Inilah kami YOWL. Terimalah persembahan kami, Summer Windmill.” Jaejoong memberikan sambutan singkatnya.
Penonton saling berbisik mengungkapkan prediksi masing-masing tentang apa yang akan di suguhkan YOWL. Kebanyakan dari mereka menduga YOWL akan menampilkan musik rock n roll yang keras.
Ai tersenyum lalu jari-jarinya mulai menari di atas keyboard memainkan alunan intro ‘Helloween-Windmill’. Minhyuk menyanyikan bagian awal sebelum ia memainkan drumnya. Berikutnya Wonbin dan Jaejoong menyanyikan bagian reff. Jaejin menyanyikan bagian kedua dan Jaejoong kembali menyanyikan bagian reff hingga akhir.  Keempat laki-laki YOWL urun suara menyanyikan ‘Helloween-Windmill’. Penonton juga di buat kagum ketika Wonbin unjuk kebolehan memainkan melody gitar akustiknya. Ada solo melody Jaejoong dan keyboard Ai. YOWL membawakan lagu ini seperti versi asli dari Helloween. Penonton benar-benar menikmati penampilan YOWL dan tak jarang dari mereka terkagum-kagum.
Hanbyul lurus menatap panggung, Ai. Sementara Myungsoo sesekali mengamati sekitar. Ia tak melihat Hyuri lagi usai gadis itu membantunya membawa kardus. Myungsoo terlihat kecewa karena tak menemukan Hyuri yang biasanya mudah saja di temukan.
Penonton bertepuk tangan ketika lagu berakhir. Lampu panggung kembali padam. Penonton kembali ribut, mereka penasaran apalagi yang akan di tampilkan YOWL. Setelah beberapa detik, lampu kembali menyala. Penonton di buat terkejut melihat Himchan dan Hyebyul juga anggota club pecinta musik tradisional ‘Hogyeongi’ sudah berada di atas panggung. Nyonya Shin tersenyum bangga begitu juga Jinyoung dan Hyunjung.
Jaejoong kembali mengelus rock electric guitar-nya. Kolaborasi YOWL dan club ‘Hogyeongi’, perpaduan musik rock alternatif dan tradisional. Mereka menampilakan instrumental ‘Ready To Fight’ yang merupakan original soundtrack dari drama ‘Heartstrings’. Hyebyul terlihat luwes memainkan kayageum beradu dengan gitar Jaejoong. Alat musik modern dan tradisional membaur menjadi satu, inilah inti Summer Windmill yang di persembahkan YOWL.
Penonton semakin di buat ternganga. Ketika lagu berakhir, Hyuri muncul memainkan biola di susul kemudian Sunggyu dan Chaebin memainkan instrumental ‘Jang Myeong Lu (Long Live Wisp)’ yang tak lain adalah OST.The Moon That Embrace The Sun. Luhan muncul meniup seruling lalu Sehun dan Jaeki memainkan biola. Mata sipit Myungsoo melebar melihat Hyuri ada di atas panggung memainkan biola. Ia tak menyangka jika gadis itu bisa memainkan biola. Minhyuk memainkan drumnya beriringan dengan janggu yang di mainkan Himchan. Wonbin juga ikut urun memainkan gitar akustiknya. Dan member YOWL yang lain tetap memainkan alat musik masing-masing. Dengan kemampuan minim yang mereka miliki, tim YOWL berusaha menampilkan instrumental ‘Jang Myeong Lu (Long Live Wisp)’ dengan baik.
Kelima member YOWL kemudian duduk bergabung dengan para pemain musik tradisional club ‘Hogyeongi’. Jaejoong duduk bersila dan memangku kayageum. Jaejin siap dengan sogeum (seruling  bambu kecil), Ai dengan haegeum (rebab bersenar dua dari Cina). Minhyuk duduk di samping Himchan siap memainkan soribuk (genderang yang dimainkan sebagai pengiring nyanyian). Sedang Wonbin duduk bersila memangku kecapi. Jaejoong mulai memainkan kayageum dan menyanyikan lagu yang menjadi soundtrack film ‘Frozen Flower-Ssang Hwa Jeom’. Semua di buat tercengang. Mereka tak menyangka jika member YOWL yang selalu di juluki sebagai berandalan ternyata tidak hanya mahir memainkan alat musik modern tapi juga alat musik tradisional. Son Hyunjoo Kepala Sekolah Hwaseong Academy menundukan kepala melihat YOWL membaur memainkan alat musik tradisional bersama anggota club ‘Hogyeongi’. Viceroy dan Red Venus juga di buat terkejut oleh ulah YOWL ini. Joongki tersenyum dan menatap kagum ke arah panggung. Hanbyul makin di buat terpesona pada Ai. Ia terus menatap gadis itu dan tersenyum. Penampilan tim YOWL membawakan lagu ‘Ssang Hwa Jeom’ benar menjadi penutup yang sempurna.
***
Sampai di belakang panggung ketika Kibum dan Wooyoung juga Minki menyambut YOWL, Jaejoong menangis. Ia terharu karena tim YOWL bisa tampil apik malam ini. Chaebin, Hyebyul, Jaeki juga Hyuri ikut menangis dan larut dalam keharuan. Ai juga merasakan hal yang sama. Ia tersenyum melihat rekan-rekannya, namun menangis di depan umum tetap menjadi pantangan baginya.
“Chukae!” Gahee memeluk Ai. “Ini sangat membanggakan. Selamat, Fujiwara. Ini kemenangan mu.”
“Ini kesuksesan kita. Terima kasih telah mendukung dan membimbing kami.”
“Hah… aku rasa mulai malam ini, aku bisa tidur nyenyak…”
Ai tersenyum manis menanggapinya. “Gahee Songsaengnim, Lee Junki Songsaengnim, dimana?”
“Junki??” ekspresi Gahee berubah. “Oh, dia akan kemari.”
Ai menangkap gelagat tak nyaman pada Gahee. Wanita cantik itu berubah cemas ketika Ai bertanya tentang Junki. Tak lama kemudian Junki datang menghampiri Ai dan Gahee. Junki datang dengan menggandeng seorang wanita cantik dan anggun. Wanita bertubuh mungil yang langsung mendapat perhatian Ai. Ai mengamatinya dari atas ke bawah.
“Selamat, ya. Pertunjukan kalian sukses.” Junki lengkap dengan senyum lebarnya.
“Harusnya Songsaengnim menyebut ini pertunjukan kita. Bukankah ini kerja keras kita bersama?” protes Ai membuat Junki tertawa.
“Ma’af, iya ini pertunjukan kita.” Junki meralat membuat Ai tersenyum puas.
Gahee menatap Junki lalu Ai. Gahee tak bisa menyembunyikan kecemasannya. Ia bertanya dalam hati, apakah benar Junki akan melakukannya sekarang? Dalam momen kebahagiaan YOWL?
“Oya, kenalkan. Ini adalah Lee Young Ah, tunangan ku.” Junki memperkenalkan gadis yang berdiri di samping kirinya.
Ai bagai tersambar petir di malam yang cerah ini. Tubuh Ai gemetar dan telinganya berdenging. Menyadari ekspresi Ai, Gahee langsung merangkulnya. Dan itu berhasil membawa Ai pada kesadarannya. Ai mengembangkan senyum terbaiknya dan mengulurkan tangan.
“Fujiwara Ayumu, murid yang sangat mengidolakan Lee Junki Songsaengnim,” Ai memperkenalkan diri.
“Oh…” Lee Young Ah tersenyum tersipu. “Lee Young Ah. Junki Oppa banyak cerita tentang mu. Kau benar murid yang keren. Selamat ya.” Young Ah berjabat tangan dengan Ai.

Joongki mengantar Nyonya Shin ke belakang panggung untuk menemui Hyuri. Nyonya Shin juga ingin bertemu Ai. Namun tiba-tiba saja Ai menghilang. Di sa’at yang sama WOoyoung memimpin keluarga Jung ke belakang panggung untuk menemui Ai.
Viceroy baru kembali ke belakang panggung bersama Red Venus. Mereka melihat tim YOWL. Hanbyul tak melihat Ai di antara mereka. Hanbyul penasaran dan segera mengirim SMS pada Hyuri. Setelah menunggu beberapa detik, SMS balasan Hyuri pun masuk. Hanbyul langsung keluar meninggalkan aula utama usai membaca pesan balasan Hyuri.
Hanbyul berkeliling untuk mencari Ai. Ia menuju taman belakang sekolah, namun tak ada siapa pun di sana. Hanbyul berkeliling mencari Ai sambil berusaha menelfon gadis itu.
Ai duduk menekuk lutut di lantai toilet kelas X. Tatapan Ai lurus dan kosong. Dadanya terasa amat sesak seolah-olah akan meledak. Andai saja bisa menangis, Ai ingin meluapkan semua lewat air mata itu. Namun yang ada ia tak bisa menangis. Yoojin hanya bisa diam dan bersembunyi dalam salah satu toilet. Sesekali ia mengintip Ai namun Yoojin tak berani mendekat dan bertanya ada apa gerangan. Melihat Ai bersedih dan ia tak bisa berbuat apa-apa, Yoojin merasa bodoh dan tidak berguna. Ai menatap ponselnya yang sedari tadi terus menyala. Nama Hanbyul muncul. Melihatnya membuat kedua mata Ai memanas. Butiran kristal bening itu mulai memenuhi kedua matanya.
“Yeoboseyo?” Ai menerima panggilan Hanbyul.
Tiba-tiba pintu toilet terbuka dan Hanbyul muncul masih dengan menelfon Ai. Hanbyul menemukan Ai yang duduk di lantai toilet dan terlihat putus asa, sendirian. Melihat Hanbyul muncul dan menatapnya, air mata Ai meluncur pelan menuruni pipi putihnya. Keduanya saling memandang dengan memegang ponsel yang masih menempel di telinga masing-masing.
 
 
-------TBC--------
 
matur suwun ^_^
 
.shytUrtle_yUi.
 

You Might Also Like

0 comments

Search This Blog

Total Pageviews